Jumat, 02 Februari 2018

Mengapa Nama SBY Dikaitkan dengan Kasus E- KTP? Simak Alasannya...





Dugaan korupsi pengadaan e-ktp boleh disebut sebagai skandal korupsi besar yang terjadi di republik ini. Diduga terjadi kerugian negara sekitar Rp.2,6 Triliun. Lebih dahsyat lagi kerugian negara itu telah diskenariokan sejak awal sehingga sejumlah dana tersebut mengalir dengan mulus ke kocek para anggota/ mantan anggota DPR RI dan sejumlah pejabat di Kemendagri.

Pengadaan e ktp yang dananya bersumber dari APBN itu senilai Rp.5,9 Triliun dan 51% dari anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan e-ktp sedangkan 49 % dibagi habis oleh para anggota/ mantan anggota,pejabat Kemendagri dan pengusaha. Nama nama penerima dana itu telah diungkapkan oleh Jaksa KPK dalam dakwaannya pada Pengadilan Tipikor,9 Maret 2017. Kita tentu masih mengingat nama nama yang disebut pada dakwaan jaksa itu.

Diantara nama nama yang diungkapkan tidak ada disebut sebut nama Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti diketahui sumber dana pengadaan e ktp tersebut dibebankan pada APBN 2011.Hal ini berarti pengadaannya terjadi pada masa pemerintahan SBY dengan Mendagri nya Gamawan Fauzi. Nama SBY dimunculkan oleh Mirwan Amir pada sidang pengadilan tipikor ,Kamis ,25 Januari 2018. Saat itu Marwan ,mantan politisi Partai Demokrat itu menjadi saksi untuk Setya Novanto.

Sebagaimana disarikan dari pemberitaan Kompas.com,31/1/2018,Marwan mengatakan pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghentikan proyek pengadaan KTP Elektronik ( e-KTP) .Namun permintaan itu ditolak. Menurut Marwan ,saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-ktp.

Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas,Jawa Barat. Namun menurut mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar ) DPR itu,SBY menolak menghentikan proyek e-ktp yang sedang berlangsung .Alasannya ,karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah.
Seperti diketahui dalam dakwaan Jaksa yang dibacakan di Pengadilan Tipikor ,Kamis ,9/3/2017, Mirwan Amir disebut menerima dana sebesar 1,2 juta dollar AS.

Berkaitan dengan keterangan Mirwan Amir tersebut banyak juga pihak yang meragukan keterangannya yang menyatakan pernah membicarakan hal tersebut dengan SBY. Kalau ditelisik ,muncul kesan seolah olah ,Mirwan ingin mengemukakan ,andainya SBY menghentikan proyek pengadaan e-ktp maka mega skandal korupsi itu tidak akan terjadi. Kalau dicermati sesungguhnya sudah lama ada keinginan agar setiap penduduk negeri ini punya Kartu Tanda Penduduk ( KTP) yang punya skala nasional.Artinya setiap orang hanya punya satu KTP .

Sebelumnya bisa terjadi seorang penduduk bisa mempunyai lebih dari satu KTP oleh karena tidak ada sistim nasional yang mengawasinya.
Sebelum berlakunya e-ktp ,seorang penduduk bisa punya ktp di beberapa daerah. Pada masa itu yang menerbitkan atau yang menanda tangani ktp berada di berbagai instansi sesuai kebijakan masing masing daerah.

Adakalanya di suatu daerah,yang menanda tangani ktp adalah camat sedangkan di daerah lain yang menanda tanganinya adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Kemudian ktp yang diterbitkan di daerah daerah itu tidak terpantau secara nasional. Dengan e-ktp maka bisa dicegah seorang penduduk untuk memiliki ktp ganda.

Dengan e- ktp ,seorang penduduk telah punya NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang terdiri dari 16 angka dan memuat berbagai informasi seperti wilayah penerbitan ktp,tanggal lahir,jenis kelamin dan sebagianya.Dengan demikian satu NIK hanya untuk satu orang dan tidak mungkin ada NIK yang sama untuk orang yang berbeda. Selanjutnya untuk menerbitkan e -ktp harus melalui serangkaian proses yang disebut dengan perekaman data e-ktp yang salah satu diantaranya adalah perekaman kornea mata melalui alat yang disediakan untuk itu.

Dengan proses yang demikian tidak mungkinlah satu orang penduduk punya ktp ganda. Kemudian didalam e- ktp itu sendiri ada chip yang juga memuat berbagai informasi tentang pemiliknya. Dengan kriteria yang demikian sesungguhnya e-ktp merupakan sesuatu yang memberi manfaat tidak hanya untuk pemilik nya tetapi juga untuk bidang bidang lainnya.

Andainya e-ktp yang demikianlah yang disediakan, tentu tidak ada alasan bagi Presiden SBY untuk menghentikan proyek tersebut. Bahwa ternyata kemudian pengadaan e- ktp menjelma menjadi mega skandal korupsi tentu tidak ada kaitannya dengan SBY sebagai presiden. Walaupun dakwaan jaksa menyebut telah terjadi kerugian negara sekitar Rp.2,6 T tetapi saya belum dapat gambaran bagaimana kerugian negara itu terjadi.

Dalam pengadaan barang dan jasa ,kerugian negara bisa terjadi karena berbagai hal. Pertama ,jumlah pengadaan riil barang lebih kecil dari yang tertera pada dokumen tender. Misalnya pada dokumen tender disebut 1.000 buah tetapi barang yang diadakan hanya 900 dan selisih 100 dikorupsikan.
Kedua,harganya di mark up.

Misalnya harga satuan yang normal adalah X rupiah tetapi harga pada tender dinaikkan menjadi X + 10 ,dan yang sepuluh inilah yang kemudian di bagi bagi.
Ketiga ,konten pengadaannya dikurangi. Misalnya dalam pengadaan e - ktp ,sebuah e-ktp ditenderkan dengan harga X rupiah lengkap dengan chip dan sebagainya.Tetapi ada konten yang dikurangi .

Misalnya chip tidak sesuai dengan ketentuan sedangkan harganya tetap seperti yang tertera pada dokumen tender. Hal hal tersebut mengisyaratkan bahwa keseluruhan proses tehnis pengadaan e-ktp itu berada ditangan pejabat yang berwenang untuk itu yakni pejabat di Kementerian Dalam Negeri dan hal tersebut bukanlah dalam lingkup pekerjaan seorang presiden.

Bahwa kemudian dakwaan jaksa menyebut banyak sekali anggota DPR RI yang terlibat dalam dugaan kasus korupsi itu antara lain Setnov maka kuat dugaan skenario korupsi itu di desain antara anggota parlemen dengan pejabat kemendagri. Karenanya tidak pada tempatnyalah mengaitkan SBY dengan kasus korupsi yang demikian.
Apalagi seperti yang diutarakan sebelumnya ,dalam dakwaan jaksa ,nama presiden ke -6 tersebut tidak ada disebut sebut.

Bahwa SBY menolak untuk menghentikan proyek pengadaan e-ktp bukan berarti ia terlibat dalam kasus itu.
Kita belum tahu apa alasan Mirwan Amir menyebut nama SBY dalam persidangan kasus korupsi itu. Mungkin ia bermaksud ingin menyeret presiden kelahiran Pacitan itu dalam kasus mega korupsi yang menjadi pembicaraan hangat itu.


Salam Persatuan!



Gua Semakin Mau Muntah dengan Kata-kata Gubernur Baru Itu




Sebetulnya gua ndak perduli dengan Ahok kalah atau Anies menang. Sebab gua bukan warga DKI, gua ndak ngurus siapa yang menang. Meskipun gua juga mengikuti proses pilkadanya via media. Termasuk meng-amin-kan yang mengatakan bahwa kemenangan Anies adalah kemenangan kampanye berbau SARA yang sangat-sangat biadab. Dimana baru pertama kali ada masjid dijadikan wahana politik dengan menolak orang meninggal disholatkan. Sungguh suatu hal yang akan tercatat satu-satunya dalam sejarah yang pertama kalinya dalam proses kampanye pilkada dengan biadab-nya menolak men-sholatkan seorang mayat demi kepentingan politik. tragis memang, seorang calon yang notabene terdidik didukung oleh politik yang diluar kepatutan adab.

Gua ndak ngurus masalah itu, biarkan masyarakat dan bangsa ini yang akan mencatatnya dalam sejarah perpolitikan negeri ini.

Saat ini gua sedang tergelitik dengan celotehan gubernur baru itu, sebenarnya sudah banyak kali celotehannya yang ngalor-ngidul ndak karu-karuan, banyak ndak nyambungnya, dan gua banyakan ndak ambil pusingkan selama ini sebab gua bukan pengagumnya (karena tidak ada hal yang mengagumkan dari dirinya selain bungkus dan casing yang dibuat-buat seolah-olah intelek dan akademisi).

Apakah itu artinya gua benci kepadanya ?

No !!! Gua tidak membencinya. Gua hanya semakin mau muntah saja mendengar celoteh opini-opininya. Sebab banyakan joko sembung nggowo golok, banyak ora nyambung GOLBOK.

Oke langsung saja gua sadur celotehan terbarunya yang bikin mau muntah gua, nihhh......

"Yang menarik, tolong garis bawahi, RA Kartini tidak pernah menjadi bidan. RA Kartini tidak pernah mendidik bidan, RA Kartini menuliskan pikiran dengan kata-kata,"

"Hari ini sering sekali kita menganggap yang penting kerja, kata-kata tidak penting. Saudara sekalian, RA Kartini adalah bukti paling otentik bahwa Budi Kemuliaan hadir karena kekuatan kata-kata. Jangan pernah remehkan kekuatan kata-kata,"

Gua cuman mau nanya, sebab gua rasa ini juga "joko sembung mbawa golok", anda itu RA Kartini opo gubernur om ?

Jika om menganggap kerja tidak penting, ya sudah seluruh ASN dan pekerja di DKI ndak usah kerja karena ndak penting. Cukup semua berkata-kata saja setiap hari, biar seperti si om yang ndak bisa kerja tapi bisanya berkata-kata.

Biar DKI maju dan hebat, cukup pakai kata-kata saja, sebab kerja itu tidak penting.

Joko sembung mbawa golok, GOLBOK lu !!!

*

Salam NggantheNg KeceboNg NdesoOo.

AAA^NhuzQ


Julianto Tio Punya Istri yang Sangat Cantik, Tetapi Tetap Mengejar Cinta Veronica Tan






TRIBUNNEWS.COM -- Adik kandung sekaligus kuasa hukum Ahok, Fifi Lety Indra mengungkapkan, Ahok tak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya bersama Veronica Tan lantaran perempuan yang telah dinikahi selama 20 tahun itu telah tujuh tahun menjalin hubungan mesra dengan Julianto Tio.

Bahkan, Ahok bersama putra sulungnya telah menemui Tio dan minta agar dia menjauhi Vero.

Namun justru Tio menolaknya.

Bahkan, Fifi mengaku pernah melihat langsung Tio dan Vero datang bersama menghadiri resepsi permikahan di Singapura pada 12 November 2017.

Sejumlah karyawan Julianto Tio mengaku pernah beberapa kali melihat istri sah bosnya itu datang bersama dua anak mereka ke kantor PT Tio Niaga.


Di mata mereka, sosok istri Tio yang berkulit putih dan berusia di bawah 40 tahun itu terbilang cantik.

"Kalah kalau sama Bu Vero, lebih cantik dia (istri Tio)," ujar seorang karyawan yang enggan disebut namanya.

Sepengetahuannya, Vero belum pernah datang ke kantor PT Tio Niaga. Ia hanya mengetahui sosok Vero dari media massa.

Saat Ahok dan Sean Temui Tio

Jalan perceraian rupanya harus ditempuh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Veronica Tan untuk persoalan rumah tangganya.

Dikabarkan alasan Ahok menggugat cerai Veronica Tan karena adanya pria idaman lain.

Hal itu pun terkuak dari penuturan adik Ahok sekaligus kuasa hukumnya yaitu Fifi Lety Indra yang ditemui usai menghadiri sidang cerai Ahok dan Veronica di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (31/1/2018).

Rupanya hubungan terlarang Veronica dan pria bernama Julianto Tio itu sudah berlangsung selama 7 tahun.

Ahok pun mengetahui hal itu, sehingga Ahok berinisiatif datang menemui pria tersebut di salah satu rumah sakit tempat dimana istrinya Julianto Tio sedang melahirkan pada tahun 2016.

Kedatangan Ahok sendiri untuk meminta kepada Julianto supaya menjauhi Veronica.

"Ya pak Ahok secara gantleman secara pribadi pernah mendatangi Julianto Tio itu untuk meminta kepada beliau waktu Ahok masih jadi Gubernur, bayangkan seorang Gubernur memohon dan datang ke Julianto Tio. Dan bukan cuma Ahok yang memohon, tapi anaknya juga. Saya nggak tau Julianto itu laki-laki macam apa."

Ahok, dikatakan Fifi menyempatkan datang dan meminta kepada Julianto secara baik-baik untuk meninggalkan istrinya dan hal tersebut dilakukan demi keutuhan rumah tangga masing-masing

“Pak Ahok melihat beliau ini sudah punya keluarga, istri dan anak juga," jelas Fifi lagi gregetan menceritakan ulang kepada wartawan.

Sayangnya kedatangan Ahok tersebut rupanya tak digubris oleh Julianto Tio.

"Dengan sombongnya Julianto itu menolak bahkan dia terus menerus menghubungi Ibu Veronica sehingga bu Veronica terus menerus berhubungan dengan beliau ini," tambah Fifi dibuat kesal.

Fifi Lety Indra adik kandung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan bahwa kakaknya cukup sabar menghadapi selingkuhan Veronica Tan bernama Julianto Tio alias Ahwa.

Hal itu dilakukan berkali-kali meski Vero kerap ketahuan setelah kembali menjalin hubungan dengan Julianto.

"Apakah Ahok tidak tegas?" tanya wartawan.

"Dia secara gentlement datang dan memohon. Bayangkan seorang Gubernur datang dan memohon. Bayangkan seorang Gubernur loh," katanya.

Padahal sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta yang saat itu masih menjabat, Ahok bisa saja melakukan hal apapun untuk menyelamatkan rumah tangganya.

"Untung bukan saya Gubernurnya. Kalau saya Gubernurnya mungkin gak tahu Julianto kemana," kata Fifi di PN Jakur, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Kesabaran Ahok juga dilakukannya kepada Vero, setelah berkali-kali ketahuan dan dimaafkan, Vero masih saja melakukan hal yang sama.

"Ketahuan berhubungan dengan Yulianto. Bu Vero sudah berjanji tak akan berhubungan dengan pria ini. Pria ini sudah ditelepon dan diminta jangan berhubungan lagi dengan Vero. Tapi pria ini tak mau melepaskan Bu Vero. Jadi terus kejar dan mereka berhubungan lagi. Dimaafkan berhubungan lagi, dimafaakan tapi berhubungan lagi," ungkapnya.

Dalam surat gugatan cerai yang beredar di medsos, Ahok menjelaskan jika dirinya tak frontal karena perselingkuhan itu rupanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Ahok juga menyebut dirinya tak punya bukti.

“Bahwa kehidupan perkawinan yang rukun, harmonis, dan bahagia tersebut berubah drastis dikarenakan adanya perubahan sikap dari TERGUGAT kepada PENGGUGAT sejak tahun 2010 yaitu sejak TERGUGAT secara terang-terangan tidak peduli lagi dengan permintaan dari PENGGUGAT.

Adapun perubahan sikap tersebut adalah ketika anak yang Nicholas Sean sedang sakit, PENGGUGAT meminta TERGUGAT tidak pergi, namun pada malam hari TERGUGAT tetap bersikeras dan diam-diam tetap ikut paduan suara di daerah Tamansari yang cukup jauh dari tempat tinggal bersama PENGGUGAT dan TERGUGAT di daerah Pluit. Padahal anak sedang sakit, kenapa tetap pergi?" demikian isi salah satu bagian surat itu.

Sejak saat itu PENGGUGAT merasa ada yang tidak beres dalam perkawinan PENGGUGAT dan TERGUGAT. Dan kemungkinan besar ada pihak ketiga.

Namun karena PENGGUGAT belum mempunyai bukti apapun, sehingga PENGGUGAT hanya menegur TERGUGAT saja dan saat PENGGUGAT menanyakan hal tersebut, TERGUGAT selalu beralasan kegiatan gereja untuk menutupi hubungannya dengan pihak ketiga,” demikian isi surat gugatan yang dilayakan Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jumat (5/1/2018) lalu.

Ahok baru mengetahui secara pasti soal istrinya selingkuh pada akhir 2016 sebelum kasus penistaan agama menjeratnya.

Ahok mengaku di dalam surat itu telah berupaya untuk merukunkan rumah tangga yang telah retak.

Upaya itu berupa memaafkan kesalahan dan meminta agar sang istri tidak lagi berhubungan dengan seorang pria yang disebut 'good friend'.

Sayangnya Vero justru tak punya itikad baik memperbaiki hubungan.

"Sampai akhirnya Penggugat sudah mencoba untuk rukun kembali dengan menggunakan mediator (pendeta), akan tetapi usaha tersebut tidak pernah berhasil. Sebab dari Tergugat sendiri tidak ada daya upaya untuk tetap rukun dalam rumah tangga.

Padahal, selain anak-anak pun juga telah meminta agar Tergugat berhenti berhubungan dengan laki-laki good friend-nya, dalam kondisi Penggugat yang saat ini sedang berada dalam tahanan di Mako Brimob, tentu hal yang paling dibutuhkan oleh Penggugat adalah dukungan moril dari Tergugat yang justru lebih memilih untuk tetap berhubungan dengan laki-laki good friend-nya dan tidak menghiraukan permintaan Penggugat dan permintaan anak-anak".

Akhirnya, kesabaran Ahok mencapai puncak.

Dia tidak lagi percaya diri untuk kembali membenahi keretakan rumah tangga yang rusak.

Sehingga, menurut dia, gugatan cerai itu merupakan jalan keluar yang dapat ditempuh Ahok saat ini.

"Penggugat semakin merasa tidak dapat lagi membina serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan kekal bersama Tergugat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dengan demikian, Gugatan perceraian ini merupakan satu-satunya jalan keluar terakhir yang ditempuh oleh Penggugat," bunyi isi Surat Gugatan Cerai Ahok.

Julianto disebut kerap ngotot menghubungi Veronica meski sudah dilarang berulang kali oleh Ahok.(*)

BREAKING NEWS!!! Heboh, Sandi Tinggalkan Pertemuan dengan Sopir Angkot Tanah Abang




JAKARTA– Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninggalkan ruang rapat di tengah pertemuan dengan perwakilan sopir dan pangusaha angkutan kota (angkot). Sandi yang mengenakan seragam Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan jalannya pertemuan berjalan dengan baik.

Sandi mengaku meninggalkan rapat untuk memberi kesempatan kepada awak angkot berdiskusi lebih dalam. Di ruang rapat selain sopir dan pengusaha angkot, hadir juga Kepala Dishub DKI Jakarta Andri Yansyah dan Kasatpol PP Yani Wahyu Purwoko.

“Kita kasih kesempatan temen-temen untuk mencerna 45 menit saya balik lagi ke sini, nanti kita umumkan hasil negosiasi. Nanti akan kita umumkan secara detail setelah ada rembuk. Tapi kelihatannya udah cair banget, mungkin karena saya pakai baju dishub kali yah,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (2/2/2018).

Sandi mengatakan dalam pertemuan tersebut dibahas tentang perekrutan angkot dalam program One Karcis One Trip (OK Otrip). Sandi menambahkan solusi OK Otrip ditawarkan untuk sopir dan angkot di Tanah Abang. Namun solusi tersebut sebenarnya tidak memenuhi tuntutan sopir angkot yang menginginkan Jalan Jatibaru Raya dibuka kembali.

“Kita sampaikan Rp/KM, kita sampaikan apa saja yang dicover supir dapat BPJS, dapat gaji ke-13, UMT seperti itu. Nanti akan kita umumkan secara detail setelah ada rembuk. Pendapatan mereka harus meningkat dan solusi yang kita tawarkan adalah OK Otrip,” terang Sandi.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyatakan belum ada kesepakatan tentang operasional bus gratis Tanah Abang Explorer yang saat ini berhenti sementara.

” Nah itu juga masih dibicarakan. Sementara menunggu kesepakatan, tetap kita hormati TJ eksplorer masih belum bisa beroperasi. Satu jam lagi dari sejarang semoga ada sesuatu yang bisa kita umumkan,” imbuhnya.

Hingga saat ini pertemuan di ruang rapat pimpinan di Balaikota masih berlangsung. Sementara Sandi sudah kembali ke ruang kerjanya. (ikbal/b)



Kamis, 01 Februari 2018

Veronica Tan Selingkuh! Djarot Saiful Hidayat Ungkap Rahasia Istri Ahok yang Bikin Melongo




SRIPOKU.COM - Nama Veronica Tan kini terus menjadi perbincangan publik.

Hal tersebut dipicu dengan beredarnya surat gugatan cerai dari sang suami Basuki Tjahja Purnama alias Ahok kepadanya.

Veronica Tan pun menjadi buruan berbagai pihak hingga banyak bermunculan statmen yang menggambarkan sosok Veronica Tan.


Beberapa waktu lalu, kelakuan istri mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibeber ke publik.

Bekas anak buahnya menceritakan bagaimana seorang Veronika Tan yang selama ini tidak banyak diketahui orang.

Vero, begitu sapaannya. Sejak sang suami menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terus menuai sorotan media.

Penampilannya yang tenang dan sederhana selalu menimbulkan rasa penasaran publik tanah air.

Wanita yang dikenal tegar itu akhirnya tak kuat menahan tangis saat harus menerima kenyataan sang suami lebih memilih penjara daripada melanjutkan banding atas vonis hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Jakarta Utara.Basuki Tjahaja Purnama dan Veronica Tan (kolase)

Dari sejumlah kisahnya yang menyedot perhatian publik beberapa waktu terakhir, siapa sangka, di mata anak buah dan rekan kerjanya, Vero ternyata lebih dari sekedar yang diberitakan.

Berikut, curhat bekas anak buah ibunda dari Sean, Nathania, dan Daud Purnama tersebut, seperti dikutip dari postingannya di akun Facebook Venita Eng :

Venita Eng

Kalau saya cerita kebaikan hatinya, kamu pasti nggak akan percaya, karena saya pun ga habis pikir.

Saya ga cerita yg ada di koran,sy sukanya percaya hal yg sy alami sendiri

Saya nulis ini ga dibayar, ga buat misi apapun,the fight is over, cuma karena saya ingin slalu ingat ada loh org setulus ini,supaya sy malu saat lain kali berpikir mau kabur dari kesulitan

kalau Beliau tahu saya nulis ini, mgkn saya ditegur krn Beliau ga suka publisitas, a reluctant role model

Tapi karena memori sy krg baik, apalagi kalau tertekan, smoga ini selalu jadi pengingat saya apalagi saat empet dengan nyinyiran di medsos

Saya mau ingat kalau
Beliau belajar ttg kanker dari nol, agar bisa menolong pasien semaksimal mungkin, pdhl bukan latar belakangnya

Beliau tidak ragu saat programnya ditiru atau diambil alih, krn pikirnya yg penting pasien bisa terus dilayani

Beliau menyempatkan di tengah kesibukan utk hadir di masa sulit stafnya.. jg saat ayah saya di rumah sakit hingga di rumah duka

Beliau tdk keberatan dgn cuti hamil saya di masa sibuk program berjalan, malah membelikan ranjang bayi di kantor n mengizinkan bayi dibawa utk memastikan asi eksklusif utk bayi sy

Beliau sering menanyakan kabar bayi saya setelah tahu ia sempat masuk NICU, sama sekali tdk bahas soal kerjaan

Beliau membuka pendidikan lanjut dan karir bagi saya, padahal sama sekali tdk kenal sebelumnya dan sy bukan anak orang penting

3 hari setelah pilkada putaran kedua, Beliau meminta saya utk bantu konseling pasien kondisi terminal dan mau menjenguk

11 hari setelah suaminya divonis, Beliau ingin membantu pasien jantung yg kesulitan biaya

3 hari setelah pencabutan banding, Beliau membantu ART temannya yg sakit kanker

Setelah surat pengunduran diri gubernur,beliau masih mengingatkan saya utk melayani dgn benar dan maksimal dimanapun tempatnya

Saya ga ngerti lagi darimana kekuatan hatinya utk selalu memikirkan orang lain stelah semua kejadian ini

Kalo saya sih kayaknya udah pingin pindah negara aja
..
Tapi..kalau suatu saat nanti benaran mau nyerah,saya yakin kebaikan dari Tuhan yg sudah Beliau tabur akan menegur hati kecil saya

Terima kasih Ibu sudah menjadi kitab yang terbuka
Always pray for you
#veronicatan

Postingan ini langsung menuai berbagai komentar netizen :

Laily Samsudin Pak Ahok dan Bu Vero sudah selesai dengan dirinya Pen. Mereka hanya mau melayani. Seperti kita2 yang uda empet uang rakyat tidak digunakan maksimal untuk rakyat tapi digerogotin tikus, empet pelayan rakyat yang seharusnya melayani malah malak uang atau korupsi dan bertingkah punya kuasa dan semena2. Mereka tutup kuping dengan haters karena mereka tau dan percaya Bahwa haters tidak mengerti. Seperti orang tua yang tegas dan keras terhadap anaknya, padahal tujuannya untuk anak. Ah udalah, nti malah mewek lagi. Sekarang gw bangga bisa bilang ke anak gw, bahwa pada masa ini ada pejabat yang begitu tulus melayani. Bahwa harapan itu selalu ada.

Mey Angellina Sitohang Aduh terharu bgt dokVeronica Tan, istri Ahok, menangis saat membacakan surat dari suaminya yang ikhlas mencabut pengajuan banding, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Sementara itu, mantan duet ahok ketika memimpin Jakarta.

Djarot Saiful Hidayat menyebut sosok istri Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Veronica Tan sebagai wanita yang tangguh dan sangat mendukung apapun keputusan sang suami.

Tidak hanya itu, ia juga memuji wanita bersahaja itu sebagai sosok yang setia terhadap sang suami yang kini tengah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

"(Bu Vero itu) perempuan tangguh, setia, dan bener-bener men-support cita-cita dan idealisme yang dikerjakan oleh suaminya, oleh Pak Ahok," ujar Djarot, saat ditemui di RPTRA Kemuning, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Rabu (24/5/2017).



VIDEO VIRAL!!! Bukannya Tobat, Julianto Tio Malah Fitnah ini ke Ahok Usai Ketahuan Selingkuhi Veronica








TRIBUN-TIMUR.COM - Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra menjelaskan bahwa Veronica Tan dalam kasus perceraian Ahok adalah korban.

Vero, kata Fifi, adalah korban dari rayuan maut dari seorang pengusaha bernama Julianto Tio.

Lihat video berikut Diatas


"Dalam hal ini, Bu Vero yang jelas jadi korban si Yulianto Tio ini dengan rayuan mautnya," ucapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (31/1/2018).

Julianto Tio enggan meninggalkan Veronica meski sudah diminta oleh Ahok dan anak pertamanya, Nicholas Sean saat masih menjadi gubernur DKI Jakarta.

Pengusaha itu masih terus menghubungi Veronica dan bukti itu yang saat ini sudah disampaikan tim kuasa hukum Ahok ke Pengadilan Jakarta Utara.

"Bukti dari Yulianto terus mengejar-ngejar Vero kami punya dan sudah kami berikan," kata dia.

Fifi mengatakan Julianto sempat meminta maaf dan Ahok memaafkannya, tapi nyatanya ia tidak benar-benar tobat.

Sebab belakangan dia ketahuan lagi menggoda Vero.

Vero juga demikian, ia sudah berjanji tak lagi berhubungan tapi ia ingkar.

"Bu Vero sudah berjanji tak akan berhubungan dengan pria ini. Pria ini sudah ditelepon dan diminta jangan berhubungan lagi dengan saya (Vero). Tapi pria ini tak mau melepaskan bu Vero. Jadi terus kejar dan mereka berhubungan lagi. Dimaafkan berhubungan lagi, dimaafakan tapi berhubungan lagi. Sampai pak Ahok berhubungan lagi, pas akhirnya ketahuan bulan November pas Pak Ahok di penjara. Jadi susah kalau berhubungan lagi."

Bahkan ketika Ahok dipenjara Julianto malah mengajak vero jalan-jalan ke Singapura.

Ternyata bukan hanya ini yang membuat keluarga Ahok marah besar.

Fifi rupanya juga menengarai jika isu yang belakangan berkembang bahwa perceraian Ahok dan vero hanyalah akal-alan politik mantan gubernur DKI itu ternyata juga diduga dihembuskan oleh Julainto Tio sendiri.

"Saya berharap dengan keterangan saya ini tidak ada lagi fitnah-fitnah di luaran, dan khususnya untuk Yulianto Tio berhentilah mengganggu, dan sekarang kamu bebas," kata Fifi.

Menurut Fifi, Julianto Tio menyebut jika Ahok melakukan politik tingkat dewa.

"Pernyataan dia kalau Ahok melakukan politik tingkat dewa itu sangat tidak masuk akal, sudah dia yang enggak benar, fitnah orang lagi," pungkasnya.

Lalu, siapa sebenarnya sosok Julianto yang kini misterius?

Julianto adalah seorang pengusaha.

Dia merupakan pendiri PT Tioniaga Jaya Lestari yang didirikan pada tahun 2005.

Tioniaga adalah integrator sistem dan penyedia solusi yang fokus pada industri makanan dan minuman di Indonesia.

Sejak namanya disebut-sebut sebagai selingkuhan Veronica Tan, Julianto seolah menutup segala hal yang berkaitan dengannya di internet, salah satunya situs Tioniaga.com milik PT Tioniaga Jaya Lestari.

Pada hari Rabu (8/1/2018) siang, situs tersebut masih bisa diakses, namun selang beberapa jam kemudian website tersebut tak dapat diakses.

"This Account has been suspended" itulah yang akan muncul saat mencoba mengunjungi situs PT Tioniaga Jaya Lestari milik Julianto.

Selain situsnya, mengutip dari berbagai sumber, kantor Tioniaga yang berada di Bukit Golf Mediterania – Pantai Indah Kapuk, Jl Marina Raya Rukan Cordoba Blok H No. 16, RT 7/RW 2, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pun tak beroperasi.

Terkait dengan dugaan perselingkuhannya dengan Veronica, dalam surat gugatan cerai yang dilayangkan Ahok disebutkan bahwa Julianto dan istri Ahok telah telah berhubungan sejak tahun 2010.

Dihujat

Bermasalahnya rumah tangga Ahok dan Veronica yang sudah 20 tahun dibina dikarenakan hadirnya orang ketiga, yakni Julianto.

Saat Ahok mulai menjabat kepala daerah di Jakarta, Julianto pun berusaha merebut hati ibu 3 anak tersebut.

Veronica pun jatuh hati kepada Julianto walaupun memiliki istri dan anak.

Entah apa yang membuat dia suka kepada suami orang.

Sikap Veronica tersebut kemudian menunai antipati dari kalangan warganet, terkuhusus pada Instagram.

Pada akun milik Veronica bernama @veronicabtp, kalimat hujatan dan cacian bermunculan.

Berikut di antaranya.

Pemilik akun @17beasts menulis komentar, "Hati-hati bu, anda turut menghancurkan RT org lain. Tidak bisa menahan diri ya bu? Ternyata salah semua penglihatan org selama ini. Kamu perusak RT org, menyakitiiii sesakit2nya istri dan anak-anak Tio. Tak ada respect setitikpun tersisa daripadamu Vero."

Pemilik akun @belvqueen menulis komentar, "Vero ini bikin malu saja. Ga bisa ditahan ya bu na**unya?"

Pemilik akun @sasa_lashes menulis komentar, "Pak ahok jg Sudah gak mau lg X sama bu vero, udah bekas di ***** sama si JT. Pak Ahok mah cerai sm bu Vero gak rugi, yg rugi mah ceweknya. Masih bnyk cewek yg mau sm Pak Ahok yg lbh cantik..hati2 loh bu Vero nanti habis manis Sepah di buang sama si JT."

Pemilik akun @bungdonnyhilman menulis komentar, "MU**HAN!!! pak ahok wajib ceraikan wanita murahan ini."

Pemilik akun @tonny_liu menulis komentar, "Wah...Jangan2 anak2nya bukan anak pak @basukibtp ...hahahah tp anak si Tio."

Pemilik akun @enjoshim menulis komentar, "TEGA BERKHIANAT SAMA PA AHOK !!!!!!!!!! GA***LLLLLLLLL."

Pemilik akun @shawnlauw menulis komentar, "Wanita berkedok ... penyeleweng sejati!"

Pemilik akun @amberlie22 menulis komentar, "Bu vero @veronicabtp uda tua bu km bukan tennager lg .apakah ibu masa muda kurang bahagia krna married muda jd nakalnya telat???hmmmm."

Pemilik akun @loveri007 menulis komentar, "Gak ada bedanya ame kerja di Al***s."

Pemilik akun @johan.wylie menulis komentar, "Ketawa karena bisa selingkuh bu? Dasar ular berbisa.."

Pemilik akun @belvqueen menulis komentar, "7 tahun mengkhianati suami."

Kendati demikian, sebaliknya ada pula yang simpati kepada Veronica.

Pemilik akun @rara_adisya menulis komentar, "Astaga....hujatnya ngeri amat ya. Inget deh kalian dulu pernah memujanya. Istighfar. Anaknya bu vero baca lho...jaga perasaan mrk. Sejelek2nya bu vero tp hujatan kalian pasti melukai perasaan mereka. Biasa aja napa responnya."(*)




Ahok Tak Tahan Lihat Veronica Tan Digoda Julianto Tio




JawaPos.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak tahan melihat istrinya Veronica Tan terus berhubungan dengan Julianto Tio alias Ahwa. Alhasil, Ahok melayangkan gugatan cerai kepada ibu dari tiga orang anak itu.

Sampai akhirnya, Ahok menemukan bukti saat mendekam di penjara bahwa Vero menemui Julianto di Singapura pada November 2017 silam.

"Pak Ahok sudah tak tahan apalagi di penjara. Jadi diambil keputusan lebih baik cerai kalau memang Julianto menginginkan Bu Vero," kata Fifi Lety Indra, adik kandung Ahok seperti dikutip JPNN Group Jawa Pos di PN Jakarta Utara, Jalan 
Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (31/1).


Infografis Ahok gugat cerai Veronica Tan (Kokoh Praba/ JawaPos.com)

Menurut Fifi, hubungan antara Vero dengan Julianto sudah berjalan selama tujuh tahun. Selama itu, Ahok terus memohon kepada Vero untuk menghentikan hubungan dengan Julianto. Ahok, kata Fifi, juga pernah menemui Julianto agar tidak mengganggu Vero.

"Julianto Tio itu kenapa begitu tega, padahal Pak Ahok dan anaknya Nicholas Sean meminta tak berhubungan. Bahkan Bu Vero sudah meminta kepada Tio untuk tak berhubungan, tapi dia nekat mengganggu," kata Fifi.

Atas tindakan Julianto itu, kata Fifi, Vero pun entah kenapa tidak bisa menolak. Hubungan pun terjalin di antara keduanya.

Ahok yang dulunya menjabat sebagai gubernur DKI kerap memergoki keduanya berhubungan. Namun Ahok tetap bersabar.

"Dimaafkan, berhubungan lagi, sampai Pak Ahok mengetahui berhubungan lagi, pas akhirnya ketahuan November pas Pak Ahok di penjara," tandas dia.

(jpg/ipy/bin/JPC)