Rabu, 03 Januari 2018

Ketum PAN 'Jatuh Cinta' pada Deddy Mizwar



Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bertemu dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar di Kota Bandung, Kamis (4/1).

Pertemuan antara Zulkifli dan Deddy Mizwar, yang diketahui memiliki maksud maju dalam Pilgub Jabar tersebut, berlangsung sekitar 30 menit. Usai pertemuan, Keduanya pun membahas perkembangan terkini terkait pemilihan gubernur di provinsi penyangga ibu kota Republik Indonesia tersebut.


Zulkifli Hasan. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)


Bicara soal sosok Deddy, Zulkifli mengatakan, "Saya sudah kadung jatuh cinta sama Kang Demiz (Deddy Mizwar)."

"Beliau ini ikhlas tulus karena syarat untuk memimpin itu ada ketulusan, keikhlasan. Kedua, beliau siap berkorban mencurahkan waktunya untuk Jabar. Oleh karena itu saya sengaja datang dan akhirnya kita putuskan ke sini," imbuh Zulkifli.

Deddy kini kader Partai Demokrat. Selain akan diusung Demokrat untuk Pilgub Jabar, Deddy pun melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai.

Selain dengan PAN hari ini, sebelumnya pria yang lama berkarier sebagai aktor itu pun menjalin komunikasi politik dengan Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Zulkifli tak menutup dalam pertemuan dengan Demiz, keduanya pun melakukan komunikasi politik terkait Pilgub Jabar.

"Kita membicarakan koalisi, kemungkinan dengan siapa, partai-partai bagaimana, jumlah kursi, karena saya berharap betul Kang Demiz bisa tetap running tapi kan ternyata politik itu dinamis ya, bukan satu tambah satu sama dengan dua, tapi bisa berubah," kata Zulkifli.

PAN memiliki kekuatan empat kursi di DPRD untuk ditawarkan menjadi bagian dari koalisi dalam Pilgub Jabar. Dalam pilgub Jabar, PAN saat ini diketahui belum memutuskan untuk mendukung siapa pun.

Zulkifli mengatakan, sebelumnya pihaknya pernah mendukung Deddy saat digadang akan maju berasama eks Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu. Namun, Syaikhu merapat untuk menjadi bakal calon wakil gubernur bersama calon dari Gerindra, Sudrajat.

"Sebagaimana teman-teman ketahui, kita di mana-mana dengan Gerindra dan PKS dari 17 Pilgub pada tahun 2018 ada lima daerah kita berkoalisi dengan PKS seperti di Jateng, Sumut dan lain-lain. Jabar awalnya kita dengan Kang Demiz dengan Syaikhu," kata Zulkifli. (Antara/djm)



Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto, Sidang Kasus e-KTP Lanjut




Jakarta - Majelis hakim menolak eksepsi atau nota keberatan yang diajukan Setya Novanto terhadap dakwaan jaksa dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP. Sidang perkara tersebut pun dilanjutkan pemeriksaan saksi.

"Mengadili menyatakan keberatan atau eksepsi tidak dapat diterima," kata ketua majelis hakim Yanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

Menurut hakim, surat dakwaan Novanto telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hakim juga menyatakan bila keberatan Novanto tidak sesuai dengan Pasal 143 ayat 2 KUHAP dan Pasal 156 ayat 1 KUHAP.

"Menimbang bahwa keberatan tidak dapat diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan," ujar Yanto.

Sebelumnya, Novanto mengajukan eksepsi atau nota keberataan terhadap dakwaan jaksa dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP. Tim penasihat hukum Setya Novanto menyinggung soal praperadilan yang sempat dimenangkan dalam eksepsi atau nota keberatan.

Mereka menilai dakwaan jaksa pada KPK untuk Novanto itu tidak memenuhi syarat materiil. Salah satu pengacara Novanto, Maqdir Ismail, menyingung tentang praperadilan jilid I yang diajukan Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Saat itu, Novanto menang dan status tersangkanya di KPK batal.

Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
(fai/dhn)



Siap-siap, Pemerintah Akan Buka Pendaftaran CPNS 2018



JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah akan kembali membuka pendaftaran calon pegawai negeri sipil untuk tahun 2018. Hal ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

"Kemungkinan akan kita buka lagi," kata Asman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Namun, Asman belum bisa memastikan berapa banyak lowongan yang tersedia dan untuk formasi apa saja.

Sebab, Kemenpan-RB masih menunggu data yang disampaikan setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Formasi CPNS yang dibuka akan disesuaikan terlebih dulu dengan anggaran negara.

"Lagi dihitung anggarannya," kata Asman.

Asman menyadari, saat ini sudah banyak masyarakat yang mencari informasi mengenai rekrutmen CPNS 2018 melalui internet.

Namun, ia meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Kemenpan-RB.

"Nanti kalau sudah selesai akan kita umumkan," kata dia.

Pada 2017 lalu, pemerintah membuka pendaftaran CPNS di 60 Kementerian/Lembaga dan 1 pemerintah provinsi.

Rinciannya, 17.428 formasi CPNS kementerian/lembaga dan 500 formasi CPNS Pemprov Kalimantan Utara.




Terkuak, PNS Disdik Penebar Hoaks dan Fitnah serta Pendukung HTI!





Seorang PNS yang bekerja di disdik (dinas pendidikan) Jawa Barat ternyata seorang penyebar kebencian dan terindikasi anggota ormas terlarang. Keterlaluan, oknum ini dari masa SBY saja statusnya sudah sangat provokatif dan menyerang Pak Presiden SBY. Berlanjut dengan Pak Jokowi, oknum ini terus mengumbar kebenciannya.

Adalah akun Twitter El Diablo @digembok yang membongkar isi Whatspapp atau WA oknum PNS ini yang sebenarnya sudah lama eksis di media sosial dan giat, aktif serta agresif mengkampanyekan kebencian kepada pemerintah serta mempromosikan aliran radikal yang bertentangan dengan UU yang ada di negara ini.


Ini status El Diablo@digembok: Muhammad Tejamurti @tejamurti adalah PNS BPPTKPK Dinas Pendidikan Prov.Jawa Barat, terindikasi anggota HTI. Penyebar fitnah dan HOAX terhadap Pemerintah. Gimana nih @Kemdikbud_RI dan Pak @muhadjir_ef masih mau dipelihara?

Bisa jadi karena M. Tejamurti ini menawarkan secara terbuka di Facebooknya untuk join alias bergabung di Whatsapp grupnya, jadi deh terungkap segala jerohan-jerohan kebencian yang sebenarnya juga sudah diekspos terbuka olehnya di FB dan Twitter.

Akun Twitter @tejamurti sendiri sudak diproteki, tapi jelas dari background twitternya ada bendera dengan tulisan, the there will be khilafah. Tapi status-status oknum ini sudah sempat dicapture dan jelas-jelas menunjukkan ujaran kebencian yang konsisten ditujukan kepada Pemerintah/Presiden.

Selain aktif di Twitter, oknum ini punya akun Instagram dan Facebook, nah di Facebook juga menjadi tempatnya aktif membroadcast fitnah dan kebencian. Di facebook, oknum ini memberikan link Whatsapp untuk bergabung dengan grupnya yang

mempromosikan khilafah.

Jadi Oknum PNS ini tak malu serta tak sungkan memposting atau nge-share status-status kebencian serta kampanye khilaffah di medsos buatan Yahudi/Amerika. Twitter serta Facebook adalah media yang paling bdisukainya.

Rupanya Bapak Tejamurti ini juga menularkan ilmunya kepada anak-anaknya. M Tejamurti sekeluarga terindikasi penyebar kebencian dari istri sampai ke-tiga anaknya. Status foto dari istri dan ada anaknya menunjukkan keluarganya sepakat dan jadi tim penyebar hoaks mengikuti kepala keluarganya. Anak istri ternyata bersatu padu menjadi penebar dan penyebar hoaks.


Muhammad Tejamurti masih menjabat Pegawai Negeri Sipil hingga saat ini, artinya hidupnya juga ditanggung negara, dibiayai negara tapi enggak tahu diri. Mendingan sekalian pindah kewarganegaraan dan silakan mencaci sepuasnya. Tapi kalau masih eksis di NKRI tapi berkoar-koar menyatakan makian dan ucapan kebencian justru menunjukkan kemunafikan tingkat tinggi.

Gaji Anda dibayar oleh negara dan dari uang rakyat, rakyat yang waras tidak akan terima kalau ternyata hidup Anda seperti ini sama saja jadi pengkhianat bagi negara yang sudah memberi posisi, pekerjaan dan menafkahi Anda selama ini.

Yang lebih parah lagi ternyata Tejamurti ini adalah seorang yang bekerja di institusi pendidikan. Bekerja di institusi pendidikan tapi ternyata penyebar racun radikal dan kebencian, sangat tidak pantas dan sebaiknya mengundurkan diri saja. Apa jabatannya?

El Diablo mengungkat bahwa oknum ini bekerja di Balai Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kejuruan. Lah, kalau bekerja di balai pelatihan justru berbahaya karena oknum Muhammad Tejamurti itu akan leluasa melatih guru-guru dengan hoax dan kebencian serta ajaran-ajaran yang bertentangan dengan agama yang diakui Pemerintah saat ini.

Setelah guru-guru itu dilatih dan kembali ke sekolah olehnya, maka guru-guru yang setuju denga Tejamurti ini akan mentransfer ilmu yang didapatnya kepada murid-muridnya. Bayangkan pusaran kebencian akan tersu bertambah, makin membesar dan menyebar ke mana-mana.

Miris melihat wajah pendidikan di tanah air yang masih direcoki oleh oknum-oknum seperti ini yang tak malu-malu menyebar kebencian dan hoax. Makanya pendidikan di Indonesia sulit berkembang karena masih berkutat dengan hal seperti ini.

Pendidikan karakter juga tidak akan bisa berkembang dengan model pendidik seperti oknum ini yang berkoar-koar untuk mengutarakan kebencian dan hasutan. Pendidikan karakter akan terus mundur bilamana pendidik-pendidik apalagi selavel trainer malah mengkader pendidik-pendidik muda untuk menjadi penyebar hoaks.

Menteri Pendidikan Muhadjir harus rajin-rajin menginspeksi serta membersihkan institusi pendidikan Indonesia dari oknum-oknum semacam ini. Pendidikan di Indonesai tak akan bisa berkkembang dan malah jadi pesemaian benih-benih radikal dan siswa-siswa yang jadi penyebar hoaks.

Atasan Tejamurti di Bandung harus segera memberi sanksi yang keras, kalau bisa beliau diminta mengundurkan diri saja daripada tetap eksis di disdik tapi membawa racun kebencian di insitusi tempatnya bernaung.




Senin, 01 Januari 2018

Deddy Mizwar: Dosa Apa yang Saya Lakukan pada PKS?





JAKARTA, KOMPAS.com - Deddy Mizwar menanggapi unggahan Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya @hnurwahid.

Unggahan tersebut tak lain adalah pakta integritas antara Deddy dengan Partai Demokrat di Pilkada Jawa Barat 2018.

"Hehe kalo dokumen itu yg dimaksud mk dosa apa yg sy lakukan pd PKS.bukankah Ustadz sbg kader PKS juga harus mendukung capres/cawapres yg diusung PKS?," ucap Deddy melalui akun twitter-nya @Deddy_Mizwar_, Senin (1/1/2108).

View image on Twitter




Bang @Deddy_Mizwar_ berikut Pakta Integritas, ya Abang tandatangani, yg pd point 3 jelas menyebutkn ttg komitmen Demiz unt gerakkan mesin Partai unt memenangkan Presiden/Wakil Peesiden yg diusung olh Partai Demokrat. Dokumen ini kami dapat dari 2 sumber yg sangat dekat dg Antum.
Hidayat Nur Wahid
✔@hnurwahid



Bang @Deddy_Mizwar_ berikut Pakta Integritas, ya Abang tandatangani, yg pd point 3 jelas menyebutkn ttg komitmen Demiz unt gerakkan mesin Partai unt memenangkan Presiden/Wakil Peesiden yg diusung olh Partai Demokrat. Dokumen ini kami dapat dari 2 sumber yg sangat dekat dg Antum.

Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut pun melanjutkan bahwa ia telah sepenuhnya legowo untuk tidak bersama PKS di Pilkada Jawa Barat mendatang. Di mana ia lebih memilih untuk didukung dengan Partai Demokrat dan PAN.

Meski besar kemungkinan PAN juga akan meninggalkan Deddy Mizwar untuk bergabung dengan koalisi Partai Gerindra dan PKS mendukung Mayjen (purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

Namun, Deddy juga masih berpeluang akan digandeng Partai Golkar untuk diduetkan dengan Dedi Mulyadi.

"Saya sdh menerima keputusan PKS utk tdk bersama. Jd klarifikasi ini bukan utk menyudutkan ust n PKS.melainkan utk mengakhiri kemarahan n kebencian di netizen krn statement ustadz," kata Deddy.

Tak tinggal diam, Hidayat pun menanggapi cuitan Deddy tersebut. Ia mempertanyakan maksud "Dosa" yang diutarakan Deddy.

"Bisa disebut kapan&dimana saya menyebut itu sbg“dosa” Bang Demiz? He he he. Saya menyebut itu sbg pilihan politik Bang Demiz yg kami hormati. Sbgmn sewajarnya juga bila Bang Demiz hormati sikap politik kami di PKS ttg dukungan thd Capres/Cawapres nanti," kata dia.

Wakil Ketua MPR RI itu juga menambahkan, bahwa partainya sudah ikhlas dan menghormati pilihan politik Deddy sebagai hak pribadi.

"Kami di PKS juga sudah legowo dg pilihan politik Bang Demiz. Itu hak Bang Demiz kan. Tapi ada jg yg tunggangi hal ini unt bikin judul yg sesat, sebarkan fitnah, kompori, unt pecahbelah ukhuwah kita. Sekalipun ttg difitnah mah, bagi kami sudah hafal&kenyang he he he. Hanupis Bang," kata Hidayat.




Tak Melihat Data, Banyak Kritik Fadli Zon yang Jadi Zonk




Menjelang tutup tahun 2017, Presiden Joko Widodo mendapatkan kritikan dari Plt. Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Sayangnya, banyak kritik yang meleset dari Fadli Zon tersebut. Karena apa yang disampaikannya telah terbantahkan dengan adanya data dan fakta ekonomi.

Misalnya, disebutkan bahwa konsep pembangunan di bawah Presiden Jokowi tidak jelas. Ternyata kenyataannya adalah sebaliknya.

Presiden Jokowi justru mendapatkan banyak penghargaan dan pengakuan dari publik internasional terkait caranya membangun negara. Bahkan disematkan sebutan 'Jokowinomics' atas keberhasilannya membangun infrastruktur di tengah keterbatasan dana.

Kemudian, dalam hal pertumbuhan ekonomi mengutip pendapat Bank Dunia, pondasi Indonesia masih bisa dikatakan stabil. Karena di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh di atas 5 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal III tahun 2017 pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,06 persen. Hal itu secara rata-rata membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi di dunia, di bawah China dan India.

Berikutnya, terkait tuduhan Fadli Zon yang menyebutkan bahwa pemerintah inkonsisten dengan konsep poros Maritim, perlu diperiksa lagi datanya. Karena selain membangun jalan tol, pemerintah juga betul-betul serius membangun sektor kelautan.

Sesuai dengan instruksi Jokowi untuk memacu pertumbuhan sektor kemaritiman, pemerintah terus mengejar pembangunan infrastruktur pada sektor ini. Infrastruktur pelabuhan misalnya.

Sejak tahun 2015, tercatat sebanyak 81 pelabuhan telah dibangun oleh pemerintah. Kemudian, berdasarkan data Kemenhub, pembangunan yang dilakukan cukup konsisten, dengan rincian 25 pelabuhan pada tahun 2015, 22 pelabuhan pada tahun 2016 dan melonjak hingga 34 pelabuhan sepanjang tahun 2017.

Kemudian, Kemenhub juga menargetkan akan membangun 39 pelabuhan laut lagi dan 70 kapal perintis pada 2018.

Verifikasi data seperti di ataa menunjukkan bahwa kritik Fadli Zon banyak yang tak sesuai dengan data. Ia hanya melihat dengan kacamata subyektif seorang oposan, tanpa melihat capaian pemerintah yang sebenarnya.

Justru apa yang dicapai oleh pemerintah saat ini merupakan bukti bahwa bekerja secata nyata lebih memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa. Daripada hanya sekadar menata kata saja.

Kritik yang seperti 'kompor' dari Fadli Zon itu tak membawa dampak apapun bagi masyarakat. Apalagi hanya dikoar-koarkan di media massa. Akan lebih baik bila disampaikan di ruang anggota dewan, untuk dibahas dan dicarikan solusinya secara bersama.

Kritik Fadli Zon

Sebelumnya di media massa, disebutkan Fadli Zon menilai pemerintahan Jokowi saat ini tak memiliki konsep pembangunan yang jelas dan memiliki banyak inkonsistensi.

Inkonsistensi itu, menurut Fadli Zon, terkait dengan jargon kampanye revolusi mental dan realisasinya, juga mengenai poros maritim.

Selain itu, menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan di Fadli Zon melalui keterangan tertulis, Sabtu, 30 Desember 2017.



Hati-hati! Analis ini Sebut Foto di Comberan Ternyata Rekayasa, Ini Penjelasannya







Menurut seorang penulis bernama Kajitow Elkayeni yang mendadak jadi analis foto, foto comberan itu adalah foto rekayasa. Dan ketika saya mencoba mencari foto PKL di Tanah Abang, ternyata itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh analis tersebut. Dengan demikian, kita harus lebih kritis lagi dalam menyebarkan gambar. Waduh, sebelumnya saya sudah tulis artikel ini dan sudah kadung viral pula. Bagaimana ini? Simak penjelasan orang ini. Selengkapnya…

Pertama, analis ini menyebutkan bahwa foto di comberan adalah hasil rekayasa. Menurutnya, semua foto rekayasa, karena dipersiapkan sedemikian rupa, agar tujuan tertentu tersampaikan. Ia menggunakan contoh seorang model yang memberikan pose agar bagian tubuh yang ingin diekspos menjadi terlihat idah atau gagah.


Foto di comberan pun demikian. Agar terkesan natural, ia tidak menggunakan alat, melainkan tangan. Mungkin ini makna dari naturalisasi sungai. Luar biasa.

Kedua, analis ini menuliskan bahwa orang kedua di kiri, tidak fokus membersihkan comberan. Dengan kata lain, ia malah terfokus kepada hal yang lain, yakni sang kamerawan yang menangkap momen rekayasa tersebut. Dengan senyum simpulnya, memberikan indikasi bahwa mereka kurang persiapan. Ketika gabener sudah total, orang ini malah berpose photobomb. Cut! Kita ulangi sekali lagi!

Ketiga, orang yang berdiri di tepi kiri, dianggap sebagai kamerawan cadangan, agar momen membersihkan comberan bisa diabadikan dengan sempurna, dari berbagai angle. Ya, angle, bukan enjel. Kalau enjel itu mantannya Roma, ibu kota Italia. Cukup Roma! Cukup!

Keempat, di bagian kiri, sang analis itu menuliskan bahwa ada seorang warga yang menyilangkan kakinya, seolah tak perduli ada otoritas tinggi yang sedang nyamplung ke comberan. Memang gabener yang merakyat ini, tidak dianggap ada, bahkan cenderung dicueki.

Analis ini mengatakan bahwa sikap santai seperti di pantai, menandakan bahwa penduduk tahu persis bahwa adegan itu adalah rekayasa. Aduh, saya malu, padahal artikel saya sudah viral, ternyata rekayasa.

Kelima, di ujung kanan bagian kali, ada seorang oknum bersih-bersih yang sambil menatap ke arah gabener, sambil memegang sekop tanpa menyentuh comberan. Tukang yang membawa sekop itu tidak membantu, ataupun memberikan arahan kepada gabener, bagaimana cara mengeruk comberan dengan sekop. Mengapa harus sekop?

Karena jika pakai tangan kosong tanpa sarung tangan, itu lumpur dengan kadar “semua ada”, masuk ke kuku. Setelah masuk ke kuku, mau dibersihkan berapa banyak sabun pun, tinta hitamnya akan sulit hilang. Saya pernah mengalami itu.

Keenam, seorang di belakang pengeruk comberan dengan tangan kosong, sepertinya tahu ada seorang yang membawa sekop dan santai-santai, seperti di pantai di ujung kanan foto. Analis ini mengatakan bahwa ia bukan bagian dari tim bersih-bersih, atau mungkin agak tinggi jabatannya.

Ia seolah ingin memanggil tukang sekop tersebut, namun apa daya, melihat gabener sudah mencemplungkan tangannya ke comberan, dan semua sudah terlambat Roma. Rolling… Acti… Ah! Kecepetan!


Ketujuh, pengisian kantong yang terlihat kosong, menandakan ketika ia mengorek comberan dengan tangannya, itu merupakan awal-awal aktifitas. Artinya, setelah itu ia bisa saja langsung naik, dan langsung membersihkan tangannya. Mungkin saja ia sedikit melakukan manicure dan pedicure, untuk menghilangkan comberan yang masuk ke kuku kakiku kaku-kaku karena kena kursi kayu kakekku. Loh?

Kedelapan, sebagai seorang berpendidikan tinggi, apalagi produk Amerika, ia seharusnya tahu bahwa ada alat yang bisa digunakan untuk mengorek comberan yang berisi “semua elemen”. Ia bisa saja pakai sekop atau pakai alat berat yang dioperasikan oleh satu orang dengan beberapa rekan, ketimbang menyuruh puluhan orang menceburkan diri ke comberan.

Namun sekali lagi, analis ini mengatakan bahwa ia akan lebih terlihat natural jika pakai tangan. Inilah saatnya kebangkitan tangan kosong!

Kesembilan, mimik sang pengeruk sangat serius, bahkan tampak marah. Sementara di poin kedua, ada oknum yang terlihat tertawa ke arah kamerawan. Kedua mimik ini sangat bertolak belakang. Menurut analis, itu seriusnya pura-pura. Namun saya punya pandangan lain. Rasanya pengeruk itu bukannya marah, namun bisa saja ia hanya menahan bau comberan tersebut.

Siapa yang pernah merasakan bau comberan? Saya rasakan dari jauh, comberan baunya seperti pizza. Namun jika dari dekat, baunya seperti pisang… Kambing… Ah, kebaca deh kalau bicara pisang dan kambing!

Kesepuluh. Foto ini memiliki sebuah narasi. Foto ini menawarkan narasi. Mungkin jika saya ingin bercerita kepada anak cucu saya, saya akan berkata demikian.


Cu, kakek dulu punya seorang pemimpin yang benar-benar total untuk rakyatnya, ia membersihkan lumpur yang dalamnya sebetis, dengan tangan kosong. Urusan berhasil atau nda berhasil, itu nanti. Karena kalau kakek kasih tahu, ceritanya sudah tidak seru lagi”..

Hahaha. Jadi setelah analis Kajitow ini membuktikan bahwa foto ini rekayasa, apakah para pembaca Seword bisa menemukan bahwa foto PKL tersebut juga merupakan foto rekayasa? Cluenya sederhana. Lihat saja lingkaran-lingkaran merah yang saya berikan pada gambar di atas.

Betul kan yang saya katakan?