Senin, 02 Januari 2017

Suami Sylvi Baru Sebatas Diperiksa, Agus Sudah Kalang Kabut




Tidak peduli meski sedang liburan tahun baru, suhu politik tetap tidak pernah adem, malahan makin lama makin panas. Berita demi berita bermunculan yang terkadang membuat terang yang awalnya berupa titik namun makin lama makin benderang. Salah satunya adalah kasus di mana Gde Sardjana yang merupakan suami dari Sylviana Murni, cawagub nomor 1 yang berpasangan dengan AHY, diperiksa polisi sehubungan dengan kasus makar.

Seperti yang diberitakan Kompas, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dari hasil pemeriksaan Gde, diketahui Jamran merupakan tim sukses pasangan calon Agus-Sylvi. Hal itu yang menyebabkan Gde mau mengirimkan sejumlah uang kepada Jamran, aktivis yang kini jadi tersangka makar. Ada kaitan atau tidak ada kaitan, silakan pembaca Seword sendiri yang menilai. Kebetulan atau tidak, hanya Tuhan yang tahu.

“Ini ada Rp 20 juta, kedua Rp 5 juta, dan ketiga Rp 10 juta. Ini keperluan untuk tim sukses pasangan satu ya, dia anggota timses,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (31/12/2016). Argo mengatakan, uang tersebut diberikan Gde kepada Jamran. Semuanya untuk keperluan operasi melahirkan istrinya. Uang tersebut diberikan selama November 2016. “Gde mengaku memberikan sejumlah uang kepada Jamran sekitar bulan November. Kedua, dia juga melalui teman istrinya Pak Jamran, ini juga bulan November,” kata Argo.

Aneh ya mengirimkan uang melahirkan tiga kali seperti cicilan motor. Apakah melahirkan juga kayak cicilan sampai tiga kali? Atau ada yang saya tidak tahu mengenai melahirkan, sehingga gagal paham? Sudahlah, itu tidak penting.

Lalu juru bicara timses Agus-Sylviana, Rico Rustombi, menjelaskan, Jamran hanya merupakan RELAWAN pendukung Agus-Sylviana, beda dengan hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya yang mengatakan Jamran adalah TIMSES. Siapa sebenarnya yang benar, siapa yang salah? Titik titik aja lah kalau begitu. Entah polisinya yang benar/fitnah atau Rico yang benar-benar tidak tahu/pura-pura lugu.

Rico juga menyebut nuansa politik sangat kental dalam kasus itu. Untuk itu, dia berharap agar tidak ada oknum yang memanfaatkan isu tersebut untuk keuntungan salah satu pihak. Hmmmmm, saya melihatnya kok seperti bermuka dua, bukankah timnya yang belakangan ini sering melakukan itu? Lagian sungguh kebetulah yah, program-programnya Agus udah duluan ditiru Ahok. Prahara yang sedang menimpa Agus-Sylvi pun sudah menimpa Ahok duluan. Ini mah namanya ikut-ikutan.

Kelanjutannya masih belum jelas dan masih ditelusuri lebih mendalam. Tapi baru segitu saja, Agus sudah mengeluh dan komplain. Agus menyayangkan ada upaya dari luar yang ingin mengganggu konsentrasi, memojokkan, menjatuhkan, bahkan memfitnah pasangan calon nomor 1. Dia kemudian mengimbau semua pihak, kalau ingin berkompetisi, lakukan dengan cara yang baik dan benar. “Saya ingin mengajak semua, melakukan cara yang baik dan benar dalam kompetisi,” ujarnya. “Saya berharap tak ada upaya pembunuhan karakter di luar kepatutan dan etika. Kita ingin hadirkan demokrasi sejuk dan melahirkan yang terbaik untuk Jakarta. Saya berharap semua menjaga diri agar tak jadi bagian dari orang yang mudah menyebar sesuatu yang belum benar,” katanya.


Saya yakin kebanyakan pembaca Seword akan tertawa membaca komentar dari Agus ini. Memangnya siapa yang fitnah? Ini kan baru sebatas pemeriksaan, bukan penetapan status tersangka atau terdakwa. Kenapa baru segini aja sudah sewot, mengatakan ini adalah pembunuhan karakterlah, pemojokanlah, memfitnahlah. Baru dikupas kulitnya saja sudah menjerit-jerit. Orang lain malah curiga nantinya, kalau nggak merasa, kenapa kalang kabut? Pasti ada apa-apanya nih, seperti analogi kentut yang pernah diutarakan salah satu penulis lain (lupa namanya).

“Kita tahu dalam politik banyak sekali serangan tak berdasar. Saya sendiri lebih pilih fokus kepada jalan saya sendiri dan berharap tidak ada pembunuhan karakter dalam pilgub kali ini,” kata Agus seperti dilansir Tribun News. Aneh saja, padahal masih sebatas diperiksa, bukan ditahan atau dipenjara. Siapa pula yang membunuh karakter? Bukankah Ahok yang seharusnya berteriak seperti itu? Agus sering menegaskan dirinya berlatar belakang militer saat mengklarifikasi mengapa tidak hadir debat. Tapi sekali lagi itu tak ada hubungannya dengan mental seseorang. Militer dan politik beda jauh. Berani di militer belum tentu berani di politik. Bagaimana seandainya Agus berada dalam posisi Ahok, yang sering diteriaki dengan makian yang tidak enak didengar, dicaci, dihujat, diancam bunuh, didemo habis-habisan hingga tiga kali? Justru Ahok itulah contoh jelas dari upaya pembunuhan karakter, selain dari Pak Antasari. Ahok kalau teriak-teriak sih wajar kalau mengalami hal seperti itu. Namanya juga orang biasa, pejabat publik biasa. Tekanannya mengerikan, beban yang dipikulnya sangat berat.

Kalau Agus yang mengalami seperti Ahok, entah bagaimana reaksinya. Latar belakang militernya belum tentu bisa menghadapi ini sebaik Ahok. Dia mengimbau semua berkompetisi dengan cara yang sehat. Lha, lihat saja kenyataan, siapa yang paling jelas melakukan kompetisi tidak sehat? Kampanye siapa yang lebih hitam? Boleh saja sih menyangkal, namanya juga asas praduga tak bersalah. Bagaimana kalau nanti semua terbukti dan benar adanya? Apakah akan mengaku atau malah mengatakan dizalimi?

Mari kita lihat bagaimana penelusuran polisi dan semoga benang merahnya terbentang jelas. Saya yakin keadilan akan selalu menemukan jalannya untuk membuka mata kita. Untuk Agus, cukup lakukan kampanye, tak perlu ribut-ribut padahal masih belum terbukti. Kalau memang tidak melakukan, ngapain takut dan sibuk. Santai aja kali.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Entahlah.



PBNU Dorong Kepolisian Tuntaskan Kasus Habib Rizieq


Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj mendorong kepolisian untuk menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Habib Rizieq Sihab. Namun, dia meminta polisi tetap mengedapankan kesatuan dan keselamatan bangsa.

"Tapi yang saya harapkan semua harus mengutamakan kesatuan dan keselamatan bangsa. Semua baik Islam atau yang non-muslimnya. Baik NU non-NU," kata Said di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (30/12).

Ia juga meminta agar semua warga negara harus mematuhi hukum yang berlaku. Selain itu, Said pun menyerahkan kasus ini pada proses hukum. "Ya itu urusan polisi. Tapi yang jelas semua warga bangsa harus taat hukum, dan hukum harus berjalan tidak pandang bulu siapa pun. Saya enggak menentukan ke Habib Rizieq lho, siapa pun," kata Said.

Sementara itu, Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Habib Rizieq. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, selanjutnya pihaknya akan memanggil sejumlah saksi untuk meneliti video ceramah yang dianggap menistakan agama tersebut.

Kendati demikian, Argo belum dapat memastikan kapan pihaknya akan memanggil Habib Rizieq untuk menjalani pemeriksaan. Habib Rizieq dilaporkan oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI) ke SPKT Polda Metro Jaya, Senin (26/12). Ia dilaporkan lantaran dianggap melecehkan umat Kristiani dalam sebuah video yang berdurasi 21 detik di sosial media Twitter dan Instagram.




Sumber

Minggu, 01 Januari 2017

Ahok – The Man of The Year 2016




Tahun 2016 hanya tinggal satu hari lagi akan segera berakhir. Di tahun ini ada beberapa peristiwa yang cukup menyita perhatian banyak orang. Mulai dari drama kopi maut yang menjerat Jessica Kumala Wongso, dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok sampai perampokan sadis di pulo mas yang menewaskan 6 orang.

Di antara tiga peristiwa tersebut, kasus Ahok lah yang tidak habis-habis nya dibahas dari dulu sampai sekarang. Ahok memang pantas di sebut sebagai “The Man of The Year”.

Karena Ahok muncul lah berbagai macam tokoh yang awalnya biasa saja tapi sekarang menjadi bahan pembicaraan dimana-mana, lembaga yang dulu nya tidak jelas apa tugas dan fungsinya sekarang berubah menjadi seperti lembaga yang kebanyakan pekerjaannya, dan karena Ahok juga lah segala peristiwa baru dianggap sebagai pengalihan isu.

Disini kita akan melihat siapa saja tokoh-tokoh yang berkaitan erat dengan kasus Ahok tersebut.

Habib Rizieq – Beliau ini adalah imam besar FPI (Front Pembela Islam), namanya semakin sering disebut-sebut sejak “berseteru” sama Ahok. Puncak nya saat aksi bela islam kemaren, beliau datang dengan gagahnya. Teriak-teriak! Asyik. Jadi beken layaknya artis. Pengikutnya banyak. Orang begitu memuja beliau. Setiap beliau mengatakan sesuatu, ada saja orang yang tertawa. Lucu memang. Tapi alangkah lucunya (lagi) kalau yang di ucapkan beliau itu tidak menyinggung perasaan orang lain. Terutama orang yang berbeda keyakinan dengan beliau.

Aa Gym – Ulama yang dulu pernah beken dengan tarif per sekali tampilnya sangat fantastis. Tapi karir dakwahnya sempat macet setelah Aa Gym memutuskan untuk menikah lagi. Walau pun menikah lagi telah di atur syari’at tapi banyak fans Aa Gym yang sebagian besar adalah ibu-ibu tidak sanggup menerima kenyataan. Satu persatu mereka meninggalkan Aa kecuali mereka yang tahan dengan “realitas poligami”. Tapi sekarang, karir dakwah Aa Gym mulai menunjukkan titik terangnya kembali. Beliau mulai konsisten menyuarakan isu penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok dan luar biasanya justeru kasus Ahok ini yang menjadi “pembuktian” bahwa Aa Gym belum tamat. Terbukti, Aa Gym mulai sering tampil (kembali) di media-media. Asyik!

Ahmad Dhani – Dulu beliau adalah musisi jenius. Tapi sekarang menjadi politikus yang… ah jadi nggak enak ngomongnya. Pada aksi 411 kemaren, beliau berorasi dengan lantang. Malah sempat memaki Jokowi dengan kata-kata yang tidak pantas. Dan di aksi 212 sempat di tangkap dengan dugaan makar. Hahaha. Walau pun tingkah lakunya penuh kontroversi tapi tetap saja sosoknya menjadi sorotan. Mudah-mudahan itu cukup menjadi modal beliau untuk memenangkan posisi cawabup Bekasi. Asyik!


Felix Siauw – Ustadz muda yang tengah naik daun. Apalagi tweet-tweet beliau yang sering kali menyindir Ahok sukses menarik minat netizen untuk meninggalkan komentar. Tapi kira-kira adilkah apa yang ditulis Felix Siauw tersebut? Silahkan nilai masing-masing.

Duo F – Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Dua orang yang nyinyir nya sudah sampai tingkat nasional. Sering kali bikin ulah yang bikin orang geregetan. Pada aksi 411 kemaren, mereka berdua ikut ambil bagian dalam orasi. Bahkan mereka sempat bernegosiasi dengan pihak keamanan gedung DPR agar massa di beri izin untuk masuk. Tapi tidak di izinkan. Hahaha. Orang sudah tahu akal-akalan mereka berdua. Eh, tapi sekarang Fahri Hamzah sudah insyaf lho. Beliau siap pasang badan untuk Jokowi. Dan untung nya pada aksi 212 kemaren mereka ada acara masing-masing, kalau tidak bisa-bisa mereka berdua juga kena tangkap atas dugaan makar. hahaha

Buni Yani – Mantan dosen yang mendadak jadi buah bibir setelah video yang di upload nya ke Facebook menjadi viral dalam waktu sekejap. Sering tampil di berbagai macam media. Sekarang berstatus sebagai tersangka. Sebelum di sidang sempat meminta doa sama masyarakat dan terakhir diangkat sebagai pahlawan islam sosmed. Mantap


SBY – Sang mantan yang tidak dianggap. Sekian lama hilang dari sorotan media. Sekarang kembali menjadi bahan pembicaraan setelah dalam konferensi pers kemaren menyinggung-nyinggung soal Lebaran Kuda. Hmmz, prihatin!

Semua tokoh-tokoh diatas sebenarnya layak di angkat sebagai “The Man of The Year”. Tapi setelah di fikir-fikir, mereka semua bisa “bersinar” gara-gara kasus Ahok. Jadi yang pantas di sebut sebagai “The Man of The Year” adalah …




FPI Sebar Hoax, FPI Dosa Besar, FPI Haram Hukumnya


Beberapa tahun belakangan ini masyarakat disuguhkan dengan banyaknya berita yang menghebohkan dan mengundang perhatian. Yang sangat disayangkan adalah tidak semua berita itu mempunyai dasar kebenaran, dan lebih parahnya banyak berita atau informasi yang sengaja disebarkan sebagai upaya propaganda dan untuk kepentingan politik semata oleh kelompok-kelompok tertentu. Berita Hoax seperti inilah yang dapat memecah-belah kesatuan dan persatuan serta sekaligus merusak kedamaian di negara ini.

Oleh karena itu Pemerintah berusaha keras meningkatkan upaya untuk mencegah penyebaran berita hoax yang telah terjadi selama ini. Dalam upaya tersebut POLRI akan menambah peralatan dan personel unit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim POLRI. Upaya penambahan tersebut terkait penegakan hukum kejahatan cyber. POLRI akan bekerja sama dengan Kemenkominfo dalam upaya penegakan hukum terkait kejahatan cyber. Sebab, selama ini tim penyidik untuk kejahatan cyber masih minim dan proses penganalisisan tersebut tidak cukup 1 sampai 2 hari saja, maka penambahan peralatan dan personel sangat penting untuk proses lebih lanjut.
Sebagai informasi sepanjang tahun 2016, Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya mendeteksi ada ribuan akun media sosial dan media online yang menyebarkan informasi hoax, provokasi hingga SARA. Dari angka tersebut, ada 300-an di antaranya yang telah diblokir.

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya patroli siber (cyber patrol) untuk menelusuri akun-akun tersebut dan mayoritas akun-akun medsos yang menyebarkan berita hoax, provokasi dan SARA itu adalah akun anonim. Meski begitu, pihaknya sejauh ini belum menemukan indikasi adanya akun yang terorganisir. Namun ia tidak menepis bahwa dari sekian banyak akun anonim tersebut, administratornya masih pelaku yang sama. Perkembangan media sosial yang ada, menjadi salah satu faktor penyebab semakin banyak penyebaran berita hoax atau pun yang bersifat provokatif dan berbau SARA.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Gomgom Pasaribu menjelaskan, ada 300-an akun yang sudah diblokir terkait konten penyebaran informasi hoax, isu SARA dan provokasi.

Selain Kemenkominfo, Kemenag dan ormas-ormas yang berhaluan ajaran Agama Islam pun mengharamkan pembuatan dan penyebaran berita hoax, antara lain MUI, NU, Muhammadiyah bahkan juga FPI. Berikut cuplikannya :
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggolongkan penyebar informasi yang tidak valid sebagai orang-orang yang berdosa. Ia berharap masyarakat yang menerima kabar maupun pesan yang tak jelas asal-usulnya agar tidak meneruskannya kepada orang lain. ( sumber media online)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan berita bohong atau hoax dan juga berita fitnah yang tersebar di media sosial, termasuk menyebarkannya. Waketum MUI Zainut Tauhid menegaskan, berbohong apa pun bentuknya dilarang agama. (sumber media online)
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Maman Imanulhaq mengatakan “Agama melarang kita berbohong dan menyebarkan berita bohong. Kalau kita masih memahami itu, seluruh umat Islam harus menjaga, jangan sampai umat Islam terlalu percaya”. (sumber media online)
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, penyebar berita bohong atau hoax sama saja dengan munafik. Merebaknya berita bohong atau hoax tak jarang menimbulkan permusuhan. “Ya, kalau pandangannya dari sudut pandang agama, berbohong dalam semua bentuk itu dosa. Baik bohong berperilaku atau menyebarkan berita bohong, bahkan kalau kita lihat secara Teologis, bedanya orang beriman dan munafik itu dari tutur katanya. Kalau munafik, kalau bicara dia berdusta. Nah, dalam kaitannya dengan menyebarkan berita-berita hoax seperti itu,” tutur Abdul. (sumber media online)
“Menyebarkan berita bohong itu haram hukumnya. Yang menyebarkan berita bohong itu dosa besar,” ujar Ketum DPP FPI Sobri Lubis. (sumber media online)

Pada intinya penyebaran berita hoax yang bersumber dari kebohongan sangat ditentang oleh semua agama yang diakui di Indonesia.


Dalam tulisan ini saya hanya ingin bertanya dan mencari klarifikasi kepada Ketum DPP FPI Sobri Lubis, bagaimana beliau bisa menjelaskan informasi yang ditayangkan di situs resmi FPI seperti di bawah ini.



Mengapa sampai sekarang ini berita tersebut masih terpasang jelas di bagian kanan situs halaman FPI??

Selainitu ada juga informasi provokatif dari situs beraliran agama Islam semacam ini :



Apakah semua informasi tersebut sudah diperiksa kebenarannya? Atau hanyalah provokasi untuk memecah belah bangsa??

Sementara konfirmasi klarifikasi mengenai berita tersebut disampaikan oleh Brigade Masjid Sulawesi Utara berdasarkan sumber di bawah ini :


http://www.suluttoday.com/tag/masjid-al-khairiyah/

Dari informasi klarifikasi di atas, ditegaskan oleh Brigade Masjid Sulawesi Utara, bahwa tidak ada pembongkaran Masjid selama ini di wilayah Sulawesi Utara. Berita selengkapnya dapat dibaca di sini.

Dengan demikian, sungguh LUAR BIASA pernyataan yang disampaikan oleh Ketum DPP FPI Sobri Lubis bahwa “Menyebarkan berita bohong itu haram hukumnya. Yang menyebarkan berita bohong itu dosa besar”. Apakah ini memberikan klarifikasi bahwa FPI sendiri sudah melakukan suatu dosa besar dan yang haram hukumnya??

Jadi dapat disimpulkan bahwa upaya-upaya memecah-belah bangsa dengan issue kegamaan sangat mudah dan seringkali digunakan serta menjadi senjata ampuh oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab seperti contohnya situs-situs pskpayungan, posmetromini, nahlomunkar, dan masih banyak lagi situs beraliran Agama Islam yang masih beredar sampai sekarang ini.

Untuk Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim POLRI, saya berikan saran untuk lebih sering mengamati dan mengunjungi Fanspage Facebook POLITIK DAN POLIGAMI seperti di bawah ini :


https://www.facebook.com/groups/900233803422714/
maka di situ akan banyak didapati oknum-oknum personal maupun situs pembuat hoax, pelecehan dan penistaan serta upaya-upaya provokasi.

Saya sangat berharap agar para pembaca tidak mudah percaya dengan informasi dan berita yang belum jelas kebenarannya, dan jangan mudah terpancing dari segala upaya provokasi. Sebaiknya apabila mendapat informasi dan berita semacam ini, jangan sampai meneruskannya lagi (forward and share). Diamkan saja dan jangan terbawa emosi, atau lebih baik lagi laporkan ke aparat penegak hukum terhadap sumber dari informasi dan berita hoax tersebut.

Waspadalah informasi dan berita hoax dengan issue keagamaan, maupun issue SARA yang berusaha memecah-belah persatuan dan kesatuan NKRI sudah lama terjadi dan akan terus terjadi. Semoga POLRI dapat menindak dan menghentikan upaya-upaya yang keji tersebut.

TURN BACK HOAX

Salam NKRI





Polda Metro Sebut Tersangka Makar Jamran Timses Agus-Sylvi


Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, aliran dana dari suami Sylviana Murni, Gde Sardjana kepada Jamran, tersangka dugaan makar, untuk keperluan kampanye tim sukses pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana.

"Informasi yang kami dapat, keperluan mereka mentransfer itu untuk tim sukses pasangan nomor satu (Agus-Sylvi)," kata Argo di Markas polda Metro Jaya, Sabtu, 31 Desember 2016.

Kendati demikian, Argo mengatakan, pihaknya masih terus mendalami informasi itu. "Masih kami dalami, karena Jamran punya massa di situ," katanya.

Gde Sardjana, seorang pengusaha yang juga suami calon wakil Gubernur DKI Sylviana, diperiksa penyidik Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pada Jumat, 30 Desember 2016. Pemeriksaan terhadap Gde Sardjana itu, menurut Argo, adalah pemeriksaan kedua.

"Yang bersangkutan pernah kami periksa tanggal 21 Desember, kemudian kemarin ada pemeriksaan tambahan," kata Argo.

Dalam pemeriksana itu, Gde Sardjana mengakui telah mentransfer sejumlah dana ke Jamran. Ada tiga kali dengan total Rp 25 juta. "Pertama, Rp 10 juta tunai. Kedua, Rp 5 juta transfer melalui teman istrinya sekitar bulan November lalu. Ketiga, Rp 10 juta. Tapi alasannya untuk keperluan operasi istrinya (Jamran)," kata Argo menjelaskan.

Sementara itu, kepada wartawan, Gde Sardjana juga mengakui pernah mengirim uang Rp 10 juta kepada Jamran. Namun secara tegas ia membantah terlibat dengan rencana makar yang dilakukan Jamran dan sekelompok orang saat Aksi Damai 212 pada awal bulan Desember itu.

"Demo aja seumur hidup saya tidak pernah, enggak ada kaitan (dengan makar)," kata Gde kepada wartawan sesaat setelah diperiksa penyidik pada Jumat petang, 30 Desember 2016.

Gde menjelaskan, uang itu digunakan untuk biaya operasi saat istri Jamran yang hendak melahirkan di rumah sakit. Oleh karena itu, ia membantah jika uang tersebut dikaitkan pada rencana makar. "Ketika istrinya mau operasi, dia minta tolong, ya saya bantu sekadarnya," katanya.

Dia juga memastikan hanya sekali mengirimkan uang ke Jamran. Setelah itu, tidak ada transaksi lagi. "Emangnya saya banyak uang?" tutur dia sembari berjalan menuju mobilnya.

Pada pemeriksaan Jumat lalu, Gde diperiksa selama tujuh jam oleh penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya. Apabila polisi memanggilnya lagi, dia menyatakan siap memberi keterangan.



Selamat! Jokowi Jadi Pemimpin Terbaik Asia – Australia 2016




Saya pernah mendengar sebuah kalimat bijak “Seorang yang hebat dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri”. Kayaknya kalimat tersebut berlaku untuk presiden kita, Joko Widodo. Di Indonesia, presiden yang familiar dengan sapaan Jokowi ini seperti “tidak diangap”. Sering kali di jadikan bahan olok-olokan, titik untuk dicaci maki dan rujukan untuk disalah-salahkan.

Tapi di luar negeri, orang-orang mengakui kehebatan presiden Indonesia. Apa kita sebagai rakyat Indonesia tidak malu? Bagaimana presiden yang selalu kita hina tapi sukses membuat dunia terpana. Pokoknya, Jokowi itu sesuai dengan istilah “Disenangi kawan dan disegani lawan”. Bukan seperti katak bawah tempurung. Cuma besar di tempat sendiri, saat keluar tidak dikenali oleh siapa-siapa.

Banyak sekali media luar negeri yang membahas prestasi-prestasi seorang Jokowi. Semenjak beliau masih berstatus sebagai walikota Solo lagi. Dan sekarang, Jokowi kembali membuat kita bangga dengan dinobatkan nya beliau sebagai pemimpin terbaik Asia – Australia. Wow! Amazing.

Jokowi dinobatkan sebagai pemimpin terbaik atau pemimpin yang paling unggul di antara para pemimpin Asia – Australia pada tahun 2016 berdasarkan data dari Bloomberg. Bloomberg sendiri adalah perusahaan media massa multinasional di Amerika Serikat, didirikan pada tanggal 1 Oktober 1981 oleh Michael Bloomberg dengan bantuan Thomas Secunda, Duncan MacMillan dan Charles Zegar.

Bloomberg mendata delapan pemimpin dari delapan negara yakni Xi Jinping (Presiden Tiongkok), Shinzo Abe (Perdana Menteri Jepang), Narendra Modi (Perdana Menteri India), Park Geun-Hye (Presiden Korea Selatan), Jokowi Widodo (Presiden Indonesia), Rodrigo Duterte (Presiden Filipina), Najib Tun Razak (Perdana Menteri Malaysia) dan Malcolm Tumbull (Perdana Menteri Australia).

Dari delapan pemimpin yang dinilai oleh Bloomberg, Jokowi adalah satu-satunya pemimpin yang memiliki semua indikator positif untuk tiga kategori yaitu fluktuasi kurs, pertumbuhan ekonomi dan rating penerimaan publik.


Untuk kategori fluktuasi kurs, Jokowi dinilai berhasil menaikkan kekuatan nilai tukar (2,41 persen). Untuk kategori pertumbuhan ekonomi, Jokowi dinilai berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen dari tahun ke tahun) dan untuk kategori rating penerimaan publik, Jokowi memiliki tingkat penerimaan yang cukup tinggi (69 persen).




Ketua GNPF MUI Bakhtiar Nasir Menebar Fitnah Lagi


Setelah kasus pengiriman bantuan IHR (Indonesian Humanitarian Relife) yang nyatanya tertuju pada kelompok teroris Suriah, sontak netizen di tanah air heboh dan serempak menghujat Bakhtiar Nasir (sebagai pimpinannya). Tudingan bahwa BN sebagai pro teroris ISIS terus menggema !

Sejatinya, kalau kita menoleh sejenak pada awal mulai terjadinya tragedi Suriah pada tahun 2011, Bakhtiar Nasir (selanjutnya disingkat BN), merupakan seorang Ustadz yang getol menyerukan jihad ke Suriah. Didukung oleh para cingkrangers dan kaum cuti nalar, seruan BN mendapat respon mencengangkan. Kita bisa menyimak pada saat itu betapa seliweran informasi yang lebih memuat fitnah ketimbang fakta sebenarnya, terus menggempur media sosial, terutama via facebook.

Dengan bumbu penyedap bahwa Assad adalah seorang Syiah pembantai Sunni, seruan jihad disertai dengan keharusan kaum Muslimin Indonesia membantu saudaranya di Suriah, kerap menghiasi media sosial. Penggalangan dana begitu gencar dan tanpa tedeng aling-aling dengan dalih satu tujuan: Menyingkirkan Assad

Betapa kaum muslimin Indonesia ditipu mentah-mentah oleh BN dan para fans cuti-nalar. Selama konflik Suriah berlangsung kurang lebih 5 tahun, bisa Anda bayangkan, berapa milyar rupiah dana dari kaum Muslimin Indonesia yang mengalir terus pada para teroris bejad pembantai rakyat Suriah yang tidak berdosa.

Dan setelah kekalahan telak teroris ISIS (sebagai kekuatan terbesar dari beragam elemen teroris lainnya, semisal al-qaeda, dan jabhah an-nusro) , di Allepo Suriah, kedok kebusukan BN beserta kaum cuti nalar di Indonesia mulai terkuak.

Tetapi, karakter khas yang tidak akan pernah hilang dari orang seperti BN dan para cingkrangers adalah kembali menebar fitnah lebih gencar apabila posisinya mulai terjepit dan merugikan diri dan golongannya

Dengan menggandeng kompatriot barunya, yaitu Rizieq Shihab (yang belakangan oleh fans cingkrangers didaulat sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia, karena dianggap sukses menggemakan Aksi Bela Islam versus Ahok), BN akan menggelar acara pada awal tahun 2017 dengan tema provokatif :”Waspadai Bahaya Laten Komunis dan Syiah”, sebagaimana tersaji di bawah ini:



Nampaknya, dua kata Komunis dan Syiah masih menjadi jualan paling sedap bagi kaum cuti nalar dan cingkrangers untuk membodohi umat Islam Indonesia.

Kendati tragedi Suriah bukan merupakan konflik antar mazhab Sunni-Syiah dan lebih menjurus pada aspek politik yang dipaksakan oleh Zionis cs dengan garda depan Arab Saudi sebagai pemasok dana sekaligus satu paket dengan ekspor paham radikalisme dan takfirisme-nya, namun BN cs masih yakin bahwa isu Syiah dan Komunis di Indonesia masih berdaya jual tinggi.


Bila kita simak sekilas beberapa poin yang tertera di poster tersebut, maka label spirit 212 dijadikan landasan untuk –lagi-lagi—membungkus niat busuk BN cs bahwa aksinya saat ini adalah Bela NKRI

Duhai betapa tololnya BN dan kaum cuti nalar ini ! Setelah sekarang diincar dan dicecar oleh tudingan pro teroris ISIS, BN cs berupaya untuk mengembalikan citra dirinya dengan kembali bermain imajinasi bahwa “Komunis dan Syiah” adalah dua makhluk yang paling membayakan bagi keutuhan NKRI.

Dengan membawa stempel GNPF MUI Jawa Tengah, disertai dengan promosi bombastis akan dihadiri oleh ratusan ulama Jawa Tengah, BN cs akan menyihir dan menggiring opini umat Islam Indonesia bahwa “Kamilah pihak yang selalu membela keutuhan NKRI sementara Komunis dan Syiah adalah dua makhluk yang selalu merongrong NKRI”

Namun, sangkaan BN cs akan melenceng jauh dari faktanya, mengapa? Karena saya yakin mayoritas umat Islam Indonesia masih waras dan melek informasi yang seimbang, serta terus menyalakan pola berfikir kritis, sehingga pencitraan BN beserta kaum cuti nalar akan gagal total

Mayoritas umat Islam Indonesia sudah cukup jeli dalam menakar informasi dan fakta yang sedang berlangsung. Sederet pertanyaan balik akan menghantam BN cs, apalagi bila terkait dengan isu Bela NKRI

Bukankah selama ini yang getol menggemakan Khilafah Islamiyah di Indonesia adalah BN cs, yang didukung penuh oleh partai sapi-sapian? Mayoritas Muslimin Indonesia tidaklah lupa bahwa aksi 411 dan 212 dengan kemasan Aksi Bela Islam 1 dan 2, didukung oleh segenap elemen pendukung khilafah yang satu visi dan misi dengan teroris ISIS?

Dan para pendukung khilafah yang menjadi tulang punggung aksi BN cs, jelas-jelas paling nyaring menuding bahwa pemerintahan Indonesia adalah thogut, alias setan dan mereka hingga detik ini menolak falsafah hidup berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila.

Semoga mayoritas kaum Muslimin di Indonesia tidak tertipu untuk kesekian kalinya akan pencitraan dan jualan imajinasi BN cs, yang sejatinya mengandung maksud busuk untuk memecah belah kesatuan umat Islam Indonesia dan NKRI !

Mari kita nyalakan terus berfikir kritis!