Minggu, 17 September 2017

KPK Gelar OTT Lagi, Fahri: Pemerintah Ini Beternak Maling!





jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali bersuara keras untuk mengomentari operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Batu, Jawa Timur. Menurutnya, maraknya OTT bukanlah pertasi bagi lembaga antirasuah itu ataupun pemerintah.

Fahri mengatakan, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini justru KPK sangat sering menggelar OTT. Legislator asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu pun menyodorkan pertanyaan melalui akunnya di Twitter.

“KPK OTT lagi di Malang. Zaman Jokowi paling banyak tangkapan. Pemerintah ini beternak maling!!! Jangan2???,” ujar Fahri melalui akun @Fahrihamzah kepada 573 ribu pengikurnya di Twitter, Sabtu (16/9) malam.






Menurut Fahri, dalam jangka waktu sebulan ada enam OTT suap. Angka itu merupakan rekor sendiri dalam sejarah Indonesia.





Namun, Fahri tak sudi memujinya. “Kalau tak sanggup menciptakan pemerintahan yang bersih lempar handuk saja,” cuit politikus PKS itu.

Fahri menegaskan, banyak OTT bukan berarti prestasi. Karena itu, dia juga mengajak seluruh pendukung Presiden Joko Widodo untuk berpikir.

“Kepada pendukung Presiden @jokowi saya ajak berpikir agak dalam, jangan salahkan presiden dulu,” pungkasnya.(ara/jpnn)



Jumat, 15 September 2017

[VIDEO] Soal OTT KPK, Jokowi: Sangat Bagus, Itu Sebuah Prestasi!












Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja KPK yang berhasil mengungkap kasus suap di sejumlah daerah. Presiden juga mengingatkan pejabat di daerah untuk hati-hati menggunakan APBD.




Sumber

Kamis, 14 September 2017

'Papa Cepat Sembuh': warganet 'gemas' KPK tak segera tangkap Setya Novanto




Petisi online 'Papa Cepat Sembuh' beredar di dunia maya, mempertanyakan mengapa Setya Novanto — tersangka kasus KTP elektronik yang merugikan negara Rp2,3 triliun, tidak kunjung ditahan KPK.

Dua jam setelah petisi tersebut muncul di situs Change.org tadi pagi, lebih dari 10 ribu orang yang menandatanganinya.

''Kita pernah berhasil membuatnya jatuh dari kursi Ketua DPR saat ramai skandal #papamintasaham Freeport. Karenanya, kita perlu bergerak lagi,'' begitu disebutkan dalam petisi online yang dibuat netizen bernama Yansen Dinata.

Adapun, Selasa sore DPR meminta KPK menunda pemeriksaan Setya sebagai tersangka kasus e-KTP sebelum praperadilan selesai. Permintaan tersebut disampaikan dalam surat yang diantarkan oleh Kepala Biro Kesekjenan DPR Hani Tahapary ke KPK.

Sebelumnya, Setya Novanto juga mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK dengan alasan sakit. Surat sakitnya, yang diantarkan oleh Sekjen Golkar Idrus Marham menerangkan bahwa Setya sakit gula dan menjalani rawat inap di Rumah Sakit Siloam Jakarta.

Tokoh, yang akrab disapa Setnov tersebut menyandang status tersangka kasus e-KTP sejak 17 Juli. Penyidik menduga ia terlibat dalam pengaturan proyek yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Menanggapi status tersebut, Setya Novanto mengatakan: ''Saya percaya bahwa Allah SWT Maha Tahu apa yang saya lakukan. Dan Insya Allah apa yang dituduhkan itu semuanya tidak benar. Nanti kita lihat dalam proses hukum 
selanjutnya.'







'

''Segala cara ulur waktu ini tak lain adalah siasat agar lepas dari jerat status tersangka,'' tulis Yansen, yang memprakarsai petisi online Papa Cepat Sembuh.

Bersamaan dengan petisi tersebut, digaungkan juga tagar #TahanSN.
Aksi Kamisan Tahan SN

Sejumlah pegiat medsos menumpahkan kegeraman mereka memakai tagar tersebut di mikroblog Twitter. Diantaranya:

Akun Twitter @antikorupsi mengatakan ''Semoga 'papa' cepat sembuh ya, supaya bisa diantarkan ke KPK dan ditahan sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP. #TahanSN''

Sedangkan akun @sahabatICW mencuit: ''Cepat sembuh 'Papa' supaya pemeriksaan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik bisa segera dilaksanakan #TahanSN''

Akun @DamarJuniarto mencuit: ''GWS @sn_setyanovanto Papa kayaknya dicari tuh soalnya ada desakan masyarakat sipil agar segera #TahanSN Cepat sembuh!''

Adapun, aktivis Payung Hitam juga berniat hadir di KPK menyuarakan tagar #TahanSN.

''Payung Hitam siang ini juga akan hadir di @KPK_RI menyuarakan #TahanSN dengan masyarakat yang ingin KPK dan agenda antikorupsi menjadi kuat,'' demikian bunyi cuitan tersebut.

Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 4 September 2017. Sidang perdana sedianya berlangsung 12 September 2017 namun ditunda hingga Rabu, 20 September 2017 karena pihak KPK tidak hadir.

Setya Novanto sudah berulang kali lolos dari kasus-kasus besar. Tamainya tagar #papamintasaham menunjukkan kegeraman publik terhadap mafia gas. Kisruh skandal Freeport dua tahun lalu tersebut melibatkan Setnov dan pengusaha Riza Chalid.

Kasusnya adalah pertemuan tak resmi dengan Presiden Direktur Freeport Indonesia waktu itu, Setya Novanto membawa serta seorang pengusaha, Riza Chalid. Dan dalam pertemuan tertutup itu Riza disebut meminta saham di sbeuah perusahaan, dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo. Masalahnya, pertemuan itu direkam, dan rekamannya dilaporkan oleh menteri Energi dan Sumber Daya waktu itu, Sudirman Said.

Setya Novanto waktu itu disidangkan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), namun kemudian ia lolos dari kemungkinan sanksi MKD setelah menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua DPR.

Ia kemudian bagai mendapat durian runtuh, ketika Mahkamah Yudisial menyatakan bahwa perekaman tanpa perintah pengadilan dinyatakan tidak sah sebagai barang bukti. Sehingga kasus Setya Novanto dinyatakan gugur, dan Setya pun kembali menjadi Ketua DPR.



Selasa, 12 September 2017

FPI Mengaku 10 Ribu Orang Mendaftar Untuk Jihad. Berangkat Ke Myanmar Pake Daun?



FPI dengan bangganya menyatakan bahwa sudah ada hampir 10 ribu relawan yang sudah mendaftar di posko FPI berbagai daerah untuk diberangkatkan ke Myanmar.

“Hari ini hampir 10 ribu yang mendaftar di posko pendaftaran kita dari tiap-tiap daerah, Sudah ada 10 ribu yang siap berangkat ke Rohingya,” kata Juru Bicara FPI Slamet Ma’arif

Lebih hebatnya lagi Ma’arif menegaskan akan melakukan perang terbuka dengan Myanmar. Hal itu dilakukan jika pemerintah Myanmar tidak sanggup menghentikan krisis yang terjadi di Rohingya.


“FPI akan menyatakan perang terbuka dengan Myanmar kita akan kirim mujahid untuk membela saudara kita di sana,” ucap Slamet.

……. Begini ya. Manusia itu memang banyak kekurangan tapi mohon otak manusia yang besar itu dipakai. Jangan ada otak tapi ditinggal dirumah. Mau menyatakan perang? Ha? Anda itu siapa? Kalau mereka berani menyatakan perang dengan siapapun maka TNI sudah memiliki alasan untuk membasmi mereka lho. Toh pasukan bersenjata yang tidak diakui negara.

Apalagi kita yang masih waras masih bisa memakai otak dan tahu bahwa FPI hanya melakukan omong kosong. Bila apa yang dikatakan FPI benar bahwa sudah ada 10 ribu orang rela diberangkatkan ke Myanmar maka mereka tidak akan pergi kemana-mana!

Marilah kita pakai hitungan tiket pesawat paling ekonomis ke Myanmar. Katakanlah harga satu tiket 500 ribu (Harga super murah yang tidak mungkin didapat). Biaya memberangkatkan saja sudah 5.000.000.000 Rupiah atau dengan kata lain 5 M!!!


Sang ketua FPI Rizieq saja sudah kabur ke Arab dan tidak lagi mungkin mengirim duit (entah biaya tinggal Rizieq disana ditanggung siapa), darimana FPI bisa mendapatkan duit?

Belum lagi soal logistik dan senjata. Anda kira berperang di jaman sekarang masih pakai bambu runcing? Makan tuh bambu!!! Belum bisa mendekat sudah ditembus timah panas.

Belum lagi masalah visa. Indonesia tidak mungkin mengeluarkan paspor untuk orang yang sesinting ini. Pergi ke negara orang untuk melukai orang lain??? Ini kan namanya pemikiran sinting yang luar binasa bodoh.

Belum lagi Myanmar akan langsung menendang mereka keluar saat tiba di negara mereka. Orang bodoh macam apa yang akan menerima orang yang akan mencari keributan di negara mereka?

Malaysia yang notabene negara Islam yang bahkan lebih dekat ke Myanmar tidak bersikap seperti FPI. Mereka tetap bersikap tenang dan bijak dan hanya berdiplomasi dengan Myanmar agar kekerasan terhadap Rohingya dihentikan.

Suka tidak suka, Rohingya bukanlah urusan kita. Itu adalah masalah negara lain dengan penduduknya. Kita tidak mau diintervensi asing soal urusan kita, eh malah sok tahu soal urusan negara lain. Ini kan munafik tingkat tinggi.

Tapi kita juga tidak boleh menutup mata soal urusan Rohingya mengingat pengungsi mereka sudah ada yang berada di Indonesia. Saya ulangi, kita memiliki kepentingan soal masalah Rohingya karena beberapa pengungsi mereka sudah berada di Indonesia, bukan karena agama mereka kebetulan adalah Islam.

Kalau ingin membantu Rohingya karena agama maka mereka sungguh munafik karena menutup mata soal kejadian di Timur Tengah tapi sok tahu soal Rohingya. Apalagi maslaah Rohingya bukan soal agama, tapi soal status kewarganegaraan mereka yang tidak diakui Myanmar.

Namun, langkah FPI sebenarnya cukup bagus. Biarkan saja para kaum bersumbu pendek pergi ke Myanmar. Minimal di Indonesia berkurang sumbu pendeknya. Dari para berbuat onar disini, mending aja pergi kesana.

Akhir kata, biarkan saja FPI bermimpi setinggi langit. Toh ketua mereka lari karena dipanggil polisi dan sokongan dana untuk mereka sudah menipis. Kasihan nanti mereka kalau tidak ada lagi tujuan hidup. Dijamin pasti 10 ribu orang tersebut akan mengalami PHP berjamaah selevel First Travel!!!




Jumat, 08 September 2017

Jokowi bersiap Pilpres 2019, capres lain kemana?




Merdeka.com - Presiden Joko Widodo ( Jokowi) telah bersiap menghadapi pertarungan Pilpres 2019. Dia sudah menginstruksikan kepada para relawannya, Projo, untuk mulai mensosialisasikan kesuksesan program pemerintah selama memimpin negeri ini.

Jokowi tak ingin menteri di kabinet turut campur urusan politik. Karena itu, Jokowi menegaskan, Projo yang bertanggung jawab untuk mulai kampanye kepada masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Jokowi memang calon kuat pada Pilpres 2019. Selain karena incumbent, Jokowi telah didukung oleh Golkar, Hanura, PPP dan NasDem untuk maju. Sementara capres lain, masih wacana dan belum mendapatkan dukungan konkret.

"Pak Jokowi sudah melaju dengan relawannya, istilahnya sudah start sudah disuruh maju, yang lain mana? Yang lain ini kalau enggak kelihatan berarti Pak Jokowi ini sampai finish duluan. Saya kira itu maknanya. Pak Jokowi sudah memanaskan mesin," kata Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Jumat (8/9).

Prabowo Subianto misalnya. Sejauh ini baru Partai Gerindra yang menyatakan bakal kembali mengusung Prabowo. Namun, suara 10 persen Gerindra tak cukup untuk meloloskan tiket Prabowo maju di Pilpres 2019, jika merujuk pada UU Pemilu yang mengharuskan 20 persen presidential threshold. Meskipun, UU ini masih proses gugatan di MK.

Nama lain ada Ketua MPR Zulkifli Hasan. Zulkifli diusulkan PAN untuk maju jadi capres. Lagi-lagi baru sebatas wacana. Ketua Umum PAN itu juga masih malu-malu menyatakan siap untuk bertarung di pemilu dua tahun lagi nanti.

Fahri Hamzah mendesak, capres-capres lain sudah mulai mendeklarasikan diri. Hal ini baik bagi demokrasi Indonesia. Selain bisa memperkenalkan diri ke masyarakat lebih lama bagi si capres. Perkenalan capres sejak dini juga bisa menambah wawasan pemilih nantinya, apakah tokoh tersebut layak dipilih atau tidak.

"Dan beliau (Jokowi) sudah manasin mesin nah kandidat yang lain mana kok mesinnya belum dihidupin? Apa karena enggak punya duit atau karena enggak punya kepercayaan diri? Atau belum jelas? Atau enggak percaya enggak dapet tiket, sementara Pak Jokowi sudah dapat?" terangnya.

Jusuf Kalla (JK), sebagai pendamping Jokowi di pemerintahan masih bisa mencalonkan diri sebagai capres di 2019. Sayang, JK sudah memastikan diri untuk pensiun dari politik di usianya yang sudah 70 tahun.

Munculnya calon-calon pesaing Jokowi, kata Fahri, bisa memicu dialektika persaingan di Pilpres. Fahri mengusulkan, relawan-relawan dari tiap bakal calon membuat debat sebelum debat resmi yang diselenggarakan KPU.

"Maksudnya supaya ada dialektika gitu. Sementara Pak Jokowi sudah manasin mesin masa yang lain enggak manasin mesin. Ayolah sehingga kita menyelenggarakan satu dialektika yang lebih sehat," ujar Fahri. [rnd]



Kamis, 07 September 2017

Selain Video Sawer, Ada Foto Telanjang Dada Bareng Perempuan Cantik, Hotman Paris: Saya Terlalu Polos




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea baru-baru ini kerap menjadi objek pemberitaan.

Selain heboh video saweran, Hotman tertangkap kamera tengah bersama seorang perempuan cantik di kolam renang.
Dalam foto tersebut Hotman Paris tampak bertelanjang dada.

Bagaimana tanggapannya mengenai pemberitaan seperti itu, Hotman Paris mengatakan tak dapat mencegahnya.

"Saya, kan, terlalu polos, terlalu baik, gitu," kata Hotman saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6/9/2017).

Hotman menjelasakan jika foto itu diambilnya saat sedang berada di Pulau Dewata, Bali.

"Sama juga yang di kolam renang itu, lho, yang di Bali,"ucap Hotman Paris.

Hotman pun menjelaskan yang dimaksudnya dirinya terlalu polos.

Ternyata Hotman tak kuasa menolak permintaan foto bersama, padahal saat itu dirinya dalam keadaan renang yang tentu memakai kostum setengah terbuka.

"Di mana-mana saya, kalau renang di Bali itu, hampir tiap lima menit, orang Indonesia akan minta foto dalam keadaan pakai baju renang. Jadi, gimana gue cegah? Masa, gue suruh, 'Eh, kau mau foto tutup dulu dengan piyama kau punya kaki,' begitu?'

Diakui Hotman Paris, perempuan itu bukanlah kekasihnya.

" Bayangkan coba, saya mengajak dansa seorang wanita, tangannya saya putar begini, air kolam renangnya sampai sini (dada) sehingga dada wanita itu sampai bagian kakinya tidak kelihatan. Itu pun bukan pacar saya," ujar Hotman Paris.

Saat itu, menurut Hotman Paris, dirinya tengah menggelar perayaan tatkala baru saja memenangkan tender sebuah vila mewah di Bali.

"Saya waktu itu habis... Saya, kan, bisnis banyak hotel dan villa di Bali. Saya baru menang tender vila mewah di Bukit Karang, Pandawa. Brokernya dia. Jadi, seluruh broker itu saya traktir di Finns Beach Club, salah satu kelab mewah di Bali. Itu semua saya ajak dansa begitu, nggak ada kelihatan apa pun. Orang di Bali gitu, lho," tutur Hotman Paris.

"Tiap hari Anda bisa lihat pertandingan olahraga, misal ASEAN Games atau SEA Games, di mana wanita di kolam renang dengan pakaian bikini. Apa itu asusila? Lagi-lagi itu diviralkan lagi. Dibilang begini, 'Hotman topless di kolam renang dipeluk wanita.' Ya, memang laki-laki, ya, topless. Maksudnya, kan, 'Hotman telanjang dada di kolam renang,' emang ada laki laki yang pakai BH (breast holder) di kolam renang? Jadi, bohong semua," lanjut dia.



Rabu, 06 September 2017

Mari Kita Dukung Fahri Hamzah Bersama FPI Jihad ke Myanmar




Tragedi yang terjadi di Myanmar antara Etnis Rohingya dan penduduk beragama Buddha serta Junta Militer merambat ke Indonesia. Yang paling berkoar-koar terkait kasus ini adalah FPI, Ormas radikal pimpinan Rizieq Shihab. Bahkan FPI berencana akan berangkat ke Myanmar untuk berjihad di sana.

Langkah FPI yang peduli terhadap Etnis muslim Rohingya sebenarnya sudah sejak lama. Sejak tahun 2013 FPI telah berencana untuk berangkat ke Myanmar berperang melawan kaum yang menindas Etnis Rohingya. Namun sampai saat ini hal tersebut baru hanya sekedar omong doang. Belum pernah terlihat di Metro TV maupun di TV One kalau FPI telah berperang melawan Junta Militer.

Baru-baru ini FPI akan menggelar aksi di Candi Brobudur namun dilarang polisi, sehingga Brobudur sebagai warisan dunia gagal menjadi tempat FPI menyalurkan hobi yaitu orasi. Tidak hanya itu FPI juga akan menggelar aksi di depan Kedubes Myanmar menuntut pemutusan hubungan diplomatik Indonesia dengan Myanmar, usir Kedubes Myanmar dan kirim pasukan Garuda ke Myanmar.

Beberapa permintaan FPI mungkin tidak akan diwujudkan oleh pemerintah. Namun ada satu yang bisa diwujudkan yaitu kirim pasukan Garuda Indonesia. Tim garuda Indonesia kemungkinan akan berangkat ke Myanmar pada tanggal 05 September 2017 karena pada tanggal 06 September 2017 akan bertanding dengan Timnas Myanmar. Pasukan garuda tersebut adalah Timnas Sepak Bolah Indonesia U-19. Bahkan tanpa diminta oleh FPI sekalipun mereka akan tetap berangkat ke Myanmar, karena memang jadwalnya bertanding.

Keberanian FPI membela sesama saudara muslim Rohingya patut diapresiasi. Tidak banyak Ormas yang seberani dan senekad FPI. Apalagi FPI yang akan berangkat ke Myanmar tidak dibekali senjata api. Padahal kemungkinan mereka akan berhadapan dengan pasukan militer di sana. Rasanya perang pakai pentongan melawan pasukan tentara terlatih dengan persenjataan lengkap sulit bagi si pemilik pentongan untuk menang.

Namun FPI sangat percaya diri untuk melawan pasukan Junta Militer di Myanmar. Bahkan mereka telah membuka posko pendaftaran calon jihadis siap berangkat ke Myanmar. Memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon jihadis seperti syarat administrasi dan umur. Namun syarat yang terpenting adalah siap mati di Myanmar. Dengan kata lain pasukan FPI yang akan berangkat adalah pasukan berani mati demi bela Rohingya.

Calon jihadis tidak perlu khawatir, karena sebelum berangkat akan dibekali latihan semi militer dan diisi tenaga dalam oleh guru supranatural yang sudah disiapkan oleh panitia pemberangkatan. Tidak menutup kemungkinan laskar-laskar yang akan bertempur ini adalah kebal senjata dan anti peluru, sehingga kalau kena tembakan cuma lecet doang. Atau bisa jadi tenaga dalam yang diisi ke calon jihadis bikin laskar FPI dan relawan tidak nampak oleh mata musuh, sehingga para jihadis dapat dengan sangat mudah mengelabuhi atau merebut senjata dan makanan musuh.

Di samping FPI ada juga anggota dewan yang sangat panas hatinya melihat konflik yang terjadi di Myanmar. Wakil rakyat tersebut adalah Fahri Hamzah, wakil ketua DPR-RI. Mungkin Fahri salah satu orang yang menangis setiap malam menyaksikan foto hoax konflik Rohingya yang disebarkan oleh Tifatul Sembiring, begitu pedulinya dia terhadap sesama saudara Muslim. Bahkan saking ke prihatinnya Fahri terhadap nasib Etnis Rohingya, dia membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi dengan harapan presiden dapat membantu menyelesaikan konflik Rohingya.


Perlu diketahui bahwa Fahri tidak kalah hebatnya dengan FPI. Dia adalah satu-satunya anggota DPR-RI independen. Kenapa independen? Karena sudah dipecat oleh PKS. Di dunia dan alam semesta ini mungkin hanya Fahri anggota DPR yang tidak punya partai. Sehingga Fahri ini sangat langkah dan dahsyat luar biasa. Kelebihan Fahri lain yaitu mampu mengkeritik tanpa peduli dia telah berbuat apa. Potensi inilah yang kemudian sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Myanmar untuk mengatasi konflik di negara tersebut.

Melihat kedahsyatan dan kehebatan FPI dan Fahri Hamzah sangat berpeluang untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di Myanmar. Jangan-jangan mereka baru menginjakkan kaki di Myanmar, konflik sudah reda. Karena itu kita dukung Fahri Hamzah bersama FPI jihad ke sana.


Sekian!