Sabtu, 17 Juni 2017

HEBOH!!! Ini Kekuatan Di Belakang Rizieq Yang Membuatnya Susah Ditangkap..




Mungkin kita mengira bukan persoalan yang sulit untuk menangkap Rizieq. Rizieq jelas posisinya di Arab, kasusnya pun sudah jelas. Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka. Kelihatannya tidak ada alasan sulit untuk polisi menangkap Rizieq. Namun saya mempunyai analisis yang lain.

Polisi memang terlihat seperti sulit menangkap Rizieq. Saya menduga karena memang Rizieq bukan orang sembarangan. Rizieq secara personal dan FPI bisa dikesampingkan kekuatannya. Namun ternyata Rizieq tidak sendiri. Ada kekuatan-kekuatan yang tidak bisa disepelekan di belakang Rizieq.

Rizieq saya kira hanyalah alat yang dimanfaatkan hanya untuk kepentingan politik. Rizieq hanyalah kulit paling luar bagi kekuatan yang lebih besar dibelakangnya. Dengan kemampuan menghasut serta memprovokasi, Rizieq menjadi komoditas yang laris untuk memuluskan hajat politik.

Pilkada DKI menjadi bukti sahih bagaimana Rizieq mampu memuluskan jalan Anies menuju kursi gubernur. Orang-orang yang menginginkan Ahok terjegal tiba-tiba menjadi religius dan bergabung dengan Rizieq. Padahal, sebelum ada Pilkada DKI, mereka mungkin adalah kelompok yang benci dengan tindakan FPI.

Tapi demi kepentingan politik, lawan bisa jadi kawan, dan kawan bisa jadi lawan. Kekuatan Rizieq memang tidak seberapa. Tapi di belakang Rizieq ada kekuatan yang tidak bisa disepelekan. Siapa kekuatan dibalik Rizieq?

Sebenarnya bukan sesuatu yang sulit untuk menebak siapa kekuatan dibalik Rizieq. Kita bisa melihat siapa saja yang melontarkan nyinyiran kepada pemerintah setelah Rizieq dijadikan sebagai tersangka. Mereka itulah kekuatan dibalik Rizieq. Mereka mungkin akan menggunakan dalih kemanusiaan untuk membela Rizieq.

Kaburnya Rizieq ke Arab ternyata mampu menarik para tokoh-tokoh politik di Indonesia. Amien Rais sampai harus menemui Rizieq di Arab meskipun dalihnya akan melaksanakan umroh. Namun saya yakin, ada niatan juga untuk menemui Rizieq.

Tidak hanya Amien Rais, Rizieq juga mampu membuat politikus PKS menemuinya di Arab. Simak informasi berikut.

Selama di tanah suci, Rizieq dikabarkan memiliki jadwal yang padat. Salah satunya bertemu dengan politisi dan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam foto yang diterima merdeka.com, tampak Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini pose bersama Rizieq.


Dalam foto itu, Salim Segaf tampak tengah berbincang empat mata serius dengan Rizieq di sebuah kamar hotel. Keduanya tampak akrab, bahkan saling berpegang tangan. Pertemuan itu dibenarkan oleh pengacara Rizieq, Sugito.

“Habib Rizieq Syihab dan PKS sepakat jaga NKRI dalam naungan Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” tulis Sugito dalam pesan singkatnya, Kamis (15/6).

Sugito tak menjelaskan detail kapan foto itu diambil serta dimana lokasi pertemuan antara Rizieq dengan petinggi PKS. Pertemuan itu mengundang respons dari PKS. Salah satunya Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid.

Politisi PKS yang bertemu Rizieq itu dikabarkan sedang melakukan perjalanan umroh di bulan Ramadan. Perjalanan umroh juga diikuti Sekretaris Fraksi PKS Sukamta. Menurut Hidayat, pertemuan petinggi PKS dengan Rizieq hanya sebuah kebetulan. Sebab, tidak ada rencana petinggi PKS bertemu dengan Rizieq. Mengingat waktu umroh di bulan Ramadan sangat terbatas. Menurutnya, kebetulan saja Rizieq tengah berada di Mekah.

“Kalau mereka kebetulan ketemu itu satu hal yang tak bisa dihindarkan. Dalam artian Mekah enggak terlalu besar, kalau orang tawaf kan bisa ketemu dengan siapapun. Kami tidak mendapat informasi kalau mereka akan ketemu Habib Rizieq dan sebagainya,” ujar Hidayat

Dia kembali menegaskan, pertemuan tersebut tidak secara sengaja dilakukan. Bisa saja karena mereka berada di hotel yang sama. Sebab semua kemungkinan bisa terjadi karena mereka sama-sama tengah menjalankan ibadah umroh.

“Mungkin juga kebetulan mereka satu hotel karena memang kondisi semacam itu bisa terjadi,” imbuh Hidayat.

Boleh saja Hidayat Nur Wahid mengatakan pertemuan antara PKS dan Rizieq adalah sebuah kebetulan. Namun hal tersebut sangat tipis kemungkinannya. Saya kira seluruh Indonesia sudah tahu keberadaan Rizieq dimana, begitu pun PKS. Hampir mustahil pertemuan PKS dan Rizieq adalah sebuah kebetulan, apalagi Arab Saudi adalah negara yang sangat luas.

Saya kira datangnya Amien Rais dan PKS berkunjung ke Arab karena memang ingin memberikan bantuan baik moril maupun materil kepada Rizieq. Hidup di Arab terhitung mahal apalagi dalam jangka waktu yang lama. Saya menduga memang ada yang mendanai Rizieq tinggal di Arab.

Amien Rais, PKS, dan Rizieq adalah satu geng. Kekuatan Amien Rais dan PKS tidak bisa disepelakan begitu saja. Mereka adalah politikus yang licin. Kita bisa lihat bagaimana dengan liciknya Amien Rais berhasil melengserkan Gus Dur. Kekuatan ini yang mungkin telah disadari oleh polisi sehingga sampai sekarang belum mampu membawa Rizieq.

Saya menduga memang ada yang membantu urusan Rizieq di Arab sehingga sampai sekarang Rizieq masih bergerak bebas di Arab. Terlebih, terdengar kabar dengan mudahnya Rizieq sudah memperpanjang visanya. Saya menduga ada pihak-pihak dibalik layar yang ikut andil dalam proses kaburny Rizieq ke Arab.


Jumat, 16 Juni 2017

Setelah Membela HTI, Kali ini Yusril Meminta Jokowi Menghentikan Kasus Rizieq, Mengapa Kasus Ahok Dia Bungkam?




Entah mengapa gelagat Yusril semakin menunjukkan bahwa dirinya tidak senang dan cenderung melawan pemerintah. Setelah pemerintah membubarkan HTI, Yusril mewanti-wanti pemerintah bahwa ini bisa menjadi blunder dan akhirnya pemerintah akan kalah di pengadilan. Ujung-ujungnya Yusril justru menjadi ketua tim pembela HTI. Padahal saya pikir, dengan memberikan wanti-wanti, Yusril hendak membantu pemerintah melawan HTI, namun yang ada justru menikam pemerintah.

Kali ini, Yusril kembali mencari panggung. Pasalnya, setelah dirinya menjadi ketua pembela HTI, pemberitaannya terkait dirinya ternyata semakin minim. Kali ini Yusril sok menjadi pahlawan untuk Rizieq.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra meminta Presiden Jokowi berjiwa besar membuka pintu rekonsiliasi dengan tersangka pornografi Rizieq Shihab dan aktivis tersangka makar.

Menurut Yusril, rekonsiliasi adalah salah satu cara yang mungkin saat ini agar kondisi bangsa tidak seperti api dalam sekam.

“Saya percaya Presiden kita berjiwa besar untuk menyelesaikan persoalan ini,” kata usai diskusi diskusi soal alat bukti elektronik dalam kasus pornografi di Jakarta, Jumat (16/6).

Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini pun menyatakan kesiapannya untuk mempertemukan Rizieq dkk dan pemerintah. Alasannya, klaim Yusril, ia bukan bagian dari pemerintah dan bukan juga bagian kelompok Rizieq dan tersangka makar.

“Saya hanya menengahi kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurut Yusril, prinsip mendapat perlakuan sama di mata hukum untuk kasus Rizieq dan tersangka makar oleh Kepolisian saat ini kadang tak semata-mata demi hukum itu juga.

Dia berkata, hal yang paling penting adalah menjaga keutuhan bangsa. “Jika presiden mau dapat respons dari masyarakat karena jiwa besarnya,” ucap Yusril.

Sebelumnya, melalui rekaman suara yang diperdengarkan dalam diskusi itu, Rizieq meminta Yusril untuk mendorong rekonsiliasi dengan pemerintah.

Dengan suara khas, iman besar Front Pembela Islam itu mengatakan jika rekonsiliasi ditolak pemerintah maka ia akan terus melakukan perlawanan.

“Pilihannya sekarang ada di pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi,” kata Rizieq.

Saya prihatin melihat sikap Yusril yang sangat berpihak. Meskipun Yusril mengatakan tidak berada di kubu pemerintah maupun Rizieq, namu tidak sulit untuk menemukan keberpihakan Yusril terhadap Rizieq. Entah alasan apa yang membuat Yusril meminta pemerintah berjiwa besar untuk menghentikan kasus Rizieq. Mengapa Yusril justru tidak meminta Rizieq untuk belajar menghargai pemerintah dengan cara mentaati hukum?

Mengapa Yusril lebih membela seorang tersangka dibanding pemerintah? Terlebih hanya karena Rizieq mengancam akan revolusi jika pemerintah tidak mau rekonsiliasi. Apa-apaan ini? Mengapa seolah-olah pemerintah yang didikte oleh Rizieq?

Bahwa Rizieq akan melakukan revolusi jika pemerintah tidak mau rekonsiliasi silahkan saja. Negara tidak takut terhadap siapa pun yang akan melakukan revolusi. Gatot sudah siap pasang badan membela kedaulatan Negara. Namun yang pasti, namanya hukum harus tetap berjalan sesuai dengan koridornya serta tidak tebang pilih.

Ahok menjadi suatu contoh yang baik bagaimana seorang warga negara yang benar-benar menghargai dan mencintai Indonesia. Ahok tidak meminta pemerintah untuk menghentikan kasusnya apalagi mengancam akan melakukan revolusi padahal pendukung Ahok juga banyak. Ahok bukan Rizieq yang bermental preman yang suka mengancam. Ahok adalah kesatria yang berani menghadapi kasunya.

Sikap Yusril terhadap Ahok justru sangat bertolak belakang. Saya tidak pernah mendengar Yusril meminta polisi untuk menghentikan kasus Ahok. Tidak pernah saya mendengar pembelaan-pembelaan untuk Ahok keluar dari mulut Yusril. Saya justru mendengar Yusril adalah orang yang ingin kasus Ahok harus diproses.

Apakah ini yang disebut keadilan?

Sangat disayangkan seorang pakar hukum justru mencoba bersikap menghianati hukum. Ketika Ahok terkena kasus, Yusril ingin hukum tetap berjalan. Ketika Rizieq yang terkena kasus, Yusril justru meminta kasusnya dihentikan. Apakah ini bukan sebuah pengkhianatan terhadap hukum? Buat apa mempelajari hukum jika ternyata hanya akan dikhianati?

Saya belum tau motif dibalik pembelaan Yusril kepada Rizieq. Dugaan pertama saya, Yusril memang ingin kembali mencari panggung dan ingin menjadi pahlawan di siang bolong. Padahal, pakar hukum yang lain lebih memilih menghargai pemerintah dalam memproses kasus Rizieq.


Kamis, 15 Juni 2017

Mentang-Mentang Menang Pilkada, Anies Meminta Djarot Menuntaskan Janji Jokowi-Ahok




Anies memang sedang berada si puncak kebanggaan. Bagaimana tidak, seorang mantan menteri pendidikan yang dipecat berhasil mengalahkan sang petahana yang telah memiliki segudang prestasi. Hal ini menjadi rekor tersendiri. Anies telah menyiapkan berbagai hal untuk menyongsong bulan oktober mendatang ketika dirinya akan dilantik. Anies telah membentuk im sinkronisasi dan berupaya agar programnya bisa masuk ke APBD tahun 2018.

Kali ini setelah Ahok dipenjara, Djarot harus bekerja sendirian, Anies kembali menunjukkan sikap yang angkuh. Anies mengucapkan selamat atas pelantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur definitif menggantikan Ahok. Dia berharap Djarot mampu menyelesaikan janji Jokowi-Ahok saat kontestasi Pilkada DKI 2012.

“Kalau sekarang kita harapkan Pak Djarot menunaikan dulu tugasnya hingga tuntas, semua PR yang dijanjikan di 2012 supaya selesai sebelum Oktober (2017),” katanya di Jakarta Pusat, Kamis (15/6).

Menurut Anies, Djarot adalah bagian dari Pemprov DKI 2012-2017. Meski saat itu pemenangnya adalah Jokowi-Ahok, Djarot dinilai turut bertanggung jawab menuntaskan janji-janji yang diucapkan saat kampanye dulu. Sebab, kata dia, Djarot menjabat gubernur definitif saat ini merupakan satu periode pemerintahan Jokowi-Ahok.

“Ini kesempatan sebetulnya untuk mereview apa saja yang 2012 dijanjikan, dan enam bulan tersisa ini untuk menunaikan. Sekarang beliau mendapat mandat untuk meneruskan dan harapannya program-program yang dijanjikan bisa tuntas bulan-bulan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Djarot resmi menjabat gubernur DKI setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Usai pelantikan, Djarot meminta program jangka panjang Pemprov DKI bisa dilanjutkan Anies-Sandi pada periode mendatang. Beberapa program itu di antaranya LRT, MRT, termasuk National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

“Itu tanggul laut harus selesai,” kata Djarot.

NCICD merupakan proyek tanggul laut raksasa yang akan dibangun di utara Jakarta. Namun, proyek ini menuai polemik yang masuk dalam pembahasan pro dan kontra terkait reklamasi Teluk Jakarta.

Hal ini berkaitan dengan janji kampanye Anies-Sandi yang menolak reklamasi dalam kontestasi Pilkada DKI 2017. Namun, Anies enggan menanggapi permintaan Djarot tersebut.

“Sekarang kita ucapkan selamat ke Pak Djarot, saya belum bertugas, nanti Oktober baru bertugas, jadi nanti,” katanya.

Anies nampaknya sangat khawatir ketika dirinya nanti resmi menjadi gubernur, banyak program dan proyek yang masih mangkrak. Anies tak mau memimpin Jakarta dalam kondisi yang seperti itu. Anies ingin memimpin Jakarta di saat kondisi Jakarta telah maju. Anies khawatir jika citra dirinya memburuk jika ternyata tidak bisa melakukan gebrakan di Jakarta.

Saya pikir sikap seperti ini tidak layak dicontoh. Saya kira bukan perkara mudah bagi seorang presiden, gubernur, atau bupati untuk merealisasikan semua janji-janjinya. Terlebih, saat ini Djarot harus bekerja sendirian. Jika masih ada Ahok, saya yakin Ahok-DJarot mampu memaksimalkan janji-janji Jokowi Ahok. Namun kinerja Ahok-Djarot sudah sangat luar biasa. Bahwa ternyata masih ada satu dua janji yang belum terwujud saya kira itu sangat manusiawi.

Anies ingin enaknya saja. Dia tidak ingin proyek, program, dan kebijakan gubernur sebelumnya dikerjakan oleh dirinya. Padahal jika memang sudah mantap menjadi gubernur, harusnya dia mau menerima segala resiko. Lagipula, ada proyek jangka panjang yang memang tidak bisa selesai dalam satu periode kepemimpinan. Mudah-mudahan Anies menyadari hal itu.

Sikap Anies sangat berbeda jauh dengan sikap yang ditunjukkan Jokowi saat menjadi presiden. Dirinya tidak menuntut terhadap SBY. Jokowi bahkan rela mengurus banyaknya proyek mangkrak yang diwariskan oleh SBY. Jokowi tidak mengeluh. Jokowi menuntaskan proyek mangkrak tersebut satu persatu. Jokowi juga tidak pernah menyalahkan pemerintah SBY meskipun diwarisi hutang luar negeri yang jumlahnya semakin membengkak.

Jokowi tetap menjalankan pemerintahan dengan ikhlas. Jokowi menyadari bahwa ini adalah resiko dari jabatan yang dia pilih. Jika memang sudah mantap menjadi presiden, maka harus siap bekerja keras dan menanggung resiko. Tidak boleh menyalahkan pemerintah sebelumnya.

Jokowi berusaha keras untuk menstabilkan kondisi ekonomi negara. Salah satu ide untuk menstabilkan ekonomi adalah mencabut beberapa subsidi serta pemberian BLT kepada masyarakat. Jokowi ingin dana subsidi ditujukan untuk hal yang produktif, bukan konsumtif.

Gebrakan yang dilakukan Jokowi memang membuat masyarakat kaget karena selama ini begitu dimanjakan oleh pemerintahan SBY. Jokowi mengajak masyakarat untu memiliki mental tangguh dan etos kerja yang tinggi. Jokowi mengajarkan kepada masyarakat untuk tidak menjadi bangsa yang mandiri dan tidak tergantung kepada pihak lain. Namun perlahan, masyarakat mulai menyadari bahwa gebrakan Jokowi sangat bermanfaat untuk negeri. Terlebih, Jokowi sudah membuktikannya dengan beberapa prestasi hebat yang telah dicapai hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun.


Rabu, 14 Juni 2017

LUAR BIASA!!! Rizieq dan Amien Rais Benar-benar Bertemu di Arab, Inilah Yang Mereka Bicarakan.....


Banyak para pengamat baik dari pengamat awam maupun yang sudah profesional memprediksi kepergian Amien Rais, Prabowo, Sandiaga Uno, dan Anies ke negara Arab dengan alasan umroh, agak berbau-bau politis. Setelah tersangkut kasus hukum, Rizieq pun lari ke Arab dan bertemu dengan Zakir Naik.




Kasus Rizieq tidak tanggung-tanggung. Orang yang dianggap sebagai ulama, ternyata dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian, karena kasus chat yang bekonten pornografi. Ulama, terjerat dengan kasus pornografi. Tentu muka Rizieq di Indonesia tercoreng dengan arang hitam kelakuan yang disangkakan kepadanya. Bukan hanya pergi dengan alasan umroh, ia tidak tanggung-tanggung membawa seluruh keluarganya, bahkan sampai sekarang sudah satu bulan lebih ia berada di Arab Saudi, tempat Raja Salman.

Setelah Rizieq, dalam waktu yang berdekatan Sandiaga Uno pun dipanggil KPK sebagai saksi dalam pemeriksaan kasus dugaan suap dan penggelapan tanah. Lumrah, kasus yang kerap kali terjadi di dalam dunia bisnis yang dijalankan dunia pengusaha kaya raya. Biasanya mereka yang tidak mau ribet dan tidak ingin berbelit-belit di dalam melancarkan segalanya, mereka menggunakan semacam ‘oli’ alias pelicin, seperti istilah Fadli Zon, untuk melancarkan transaksi dan pembangunan.

Memang mental-mental semacam ini haruslah ditumpas habis di bumi Indonesia. Jika ‘oli-oli’ korupsi semacam ini terus menerus dilakukan, tidak heran para pengusaha kaya akan menjadi kaya, sedangkan pekerja tetap bekerja selama-lamanya. Apakah tren umroh berhenti sampai di dua orang aneh ini? Ternyata tidak! Anies dan Amien Rais pun juga berangkat ke Arab untuk melakukan umroh.

Anies mungkin adalah orang yang umroh paling telat, setelah dilaporkan ke KPK mengenai kasus dugaan korupsi jualan buku ratusan miliar di Jerman. Nah yang paling luar biasa adalah Amien Rais, yang selama ini menggembar gemborkan kasus Ahok dan kasus-kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Ahok. Amien sendiri terkena jeratan dugaan tindak korupsi.



Ketika saya mendengar sekilas Amien Rais terjerat dalam kasus korupsi, saya langsung berpikir “Amien kasih uang ke siapa?”. Ternyata ketika berita resmi keluar, saya dapatkan info bahwa Amien Rais diduga mendapatkan uang dari kasus korupsi alat kesehatan. Harga diri Amien Rais pun hancur seketika. Ia tidak disangkakan sebagai penyuap, melainkan orang yang disuap.


Waduh, gawat sekali, ternyata selama ini saya masih terlalu tinggi memandang posisi Amien Rais. Ternyata dia tidak lebih dari orang-orang yang disangkakan oleh KPK. Jeratan KPK sangat maut dan tidak pandang bulu. Amien Rais pun pergi ke negeri Arab Saudi, dengan alasan umroh.

Ternyata di dalam umroh, sang tersangka bertemu dengan sang belum tersangka. Rizieq bertemu dengan Amien Rais. Dari foto-foto yang didapatkan, terlihat sekali muka tidak bersalah, yang dipancarkan dari wajah mereka. Seolah-olah mereka merasa aman dan terlindungi dari segala kemaksiatan yang menjerat diri mereka. Orang pertama diduga lakukan sex chat, orang kedua dijerat kasus korupsi dengan nilai 600 juta saja, untuk lulusan Amerika, yang tentu habiskan uang banyak untuk lulus, entah dengan cara apapun.

Apa isi pertemuannya? Sampai sekarang saya belum mendapatkan informasi apapun dengan hal ini. Namun hampir dapat dipastikan bahwa alibi mereka bertemu hanyalah sekadar untuk melakukan silaturahmi. Silaturahmi antar orang yang bermasalah, biasa menjadi sebuah silaturahmi yang berujung kepada agenda-agenda lain.

Agenda lain apakah itu? Lagi-lagi saya tidak ingin berspekulasi. Namun saya akan berikan beberapa hint yang dapat membantu para pembaca Seword untuk berimajinasi dan mengantisipasi. Sebenarnya saya tidak berharap terlalu banyak agar tulisan ini dibaca bahkan oleh mereka, berhubung mereka tahu bahwa media ini adalah media yang menyuarakan kebenaran. Namun apa salahnya saya mencoba.

Begini, mereka dalam waktu yang berdekatan terjerat dengan dua kasus yang berbeda. Sebelumnya mereka pun pernah berada dalam satu visi, yaitu memenjarakan Ahok. Mereka berbahagia karena mereka bisa memenjarakan Ahok.

Setelah Ahok masuk penjara, ternyata mereka masih kurang puas melakukan penzoliman kepada Ahok. Dengan penangkapan sekjen FUI, Gatot Saptono alias Al Khaththath, polisi membuka tabir lain, yaitu usaha makar yang ingin dilakukan oleh FUI. FUI berafiliasi dengan FPI, dan FPI dekat dengan Amien Rais. Ketiga orang ini, Amien, Rizieq, dan Gatot sudah tersangkut kasus hukum.

Satu orang dikorbankan di Mako Brimob, dua lagi masih bergerak bebas. Jadi kira-kira apa yang sedang mereka rencanakan di Arab? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Semoga Tuhan tetap tidak tidur, dan mataNya tetap memandang ke negeri Indonesia ini.

Hukum di Indonesia harus benar-benar ditegakkan, agar penzoliman tidak berlanjut kepada Jokowi. Mungkin saja mereka berhasil menghantam Jokowi. Setelah Jokowi, Pancasila, setelah Pancasila, apa lagi? Apakah mereka akan menzolimi Tuhan? Lagi-lagi mungkin saja demikian, mengapa?

Mereka yang merasa bisa melakukan aksi bela Islam (yang sebenarnya tidak perlu dibela), maka mereka pun akan merasa bisa melakukan aksi menolak atau menuntut Tuhan?


Betul kan yang saya katakan?


Yang Alim dan Poligami Layak Memimpin: Aa Gym untuk Jawa Barat




Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda berkata,”Dalam persepsi publik, sosok Aa Gym difavoritkan sebagai kandidat pemimpin yang paling religius (alim).”

Sebuah modal besar menuju Jabar 1 sudah di kantong baju Aa Gym yang gamis. Ini berkat popularitas yang mencapai angka 92,04 persen menurut survei Poltracking. Bahkan Indo Barometer memberi angka 94,9 persen.
Nama Ridwan Kamil yang sudah digadang-gadang Partai Nasdem saja kalah populer. Termasuk nama Bupati Purwakarta Kang Dedi Mulyadi yang belum mampu mengungguli ulama yang namanya kembali moncer berkat aksi 212 itu. Bahkan, “sang pawang badak Jawa Barat” Wakil Gubernur saat ini, Dedy Mizwar masih di bawah Aa Gym.

Jadilah pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, ini menjadi yang paling favorit sebagai kandidat menjadi Gubernur Jawa Barat.
Tentu angka popularitas hingga di atas 90 persen bukan angka yang main-main. Saatnya partai politik main lirik-lirik cantik kepada suami Teh Rini dan Teh Ninih ini.

Bagaimanakah tanggapan Aa Gym atas hasil survei yang menempatkan namanya sebagai yang paling favorit sekaligus terpopuler?

Kepada Republika.co.id, Rabu (7/6/2017), Aa Gym mengaku tak memiliki ambisi menginginkan jabatan. Karena itu adalah amanah yang amat besar dan berat yang Harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

Luar biasa respon Aa Gym. Memperlihatkan betapa kesantunannya terlihat sangat terstruktur, sistematis dan masif. Benar-benar sosok yang alim. Pantas menjadi acuan warga Jawa Barat. Belum lagi kalau kita menyimak bunyi ujarannya yang sangat Islami.
“Namun yang menentukan Takdir adalah Allah ta’alaa, (QS Ali imron 26 ) jadi kita harus siap dengan apapun yang Allah tentukan dan menjalani sebaik baiknya.”

Benar-benar jawaban seorang ahli Quran. QS Ali Imron 26 pun dirujuk. Menarik untuk sedikit ditelisik. Mengapa QS Ali Imron 26 dan bukan Al Maidah 51 yang dikutip? Tentu ini tidak terlepas dari kematangan ulama yang menjunjung tinggi martabat poligami ini.


Jangan sampai gara-gara Al Maidah 51 membuat Pilkada Jawa Barat gaduh. Tentu Aa Gym sangat paham. Pilkada Jawa Barat harus teduh. Seteduh wajah alim Aa Gym tentunya.

Tidak heran bila setelah berhasil mengajak wartawan memahami takdir Allah, Aa Gym mengajak berdoa sembari menyebut kriteria pemimpin.
“Kita doakan bersama saja agar jawa barat yang rakyatnya berjumlah 47,3 juta dan 97 persen ummat Islam, dikaruniai pemimpin yang adil, yang takut kepada Allah, aqidahnya benar dan bersih, ahli ibadah, berakhlaq mulia rahmatan lil alamin.”

Rasa-rasanya kriteria yang disebut Aa Gym itu menunjuk pada dirinya. Siapa yang meragukan ulama yang pernah bercerai dan kawin lagi dengan teknik rujuk ini.

Soal berlaku adil sudah terbukti dengan poligaminya. Teh Rini dan Teh Ninih bisa diandalkan untuk bercerita tentang keadilan sang suami. Takut akan Allah tak diragukan lagi. Apalagi soal aqidah yang benar dan bersih. Urusan ahli ibadah dan berakhlaq mulia, Aa Gym tentu pakarnya.

Kriteria tersebut oleh Aa Gym kemudian diulas secara masif. Menurut Aa Gym, Gubernur Jawa Barat harus memiliki kemampuan memimpin dan membimbing masyarakat menuju akhlaq yang baik dan karakter yang kuat. Kemudian berjiwa entrepreneur dan istiqomah tak tertipu oleh duniawi, mencintai dan dicintai masyarakat Jawa Barat khususnya.

Bila diperhatikan, siapa yang masuk kriteria tersebut? Tidak lain Aa Gym sendiri salah satunya. Sebagai pembimbing masyarakat menuju aklak mulia beliau adalah jagonya. Menjadi pengasuh pondok pesantren sebesar Daarut Tauhid adalah bukti tak terbantahkan. Jiwa entrepreneur sudah dijawab lewat manajemen qolbu yang syahdu. Istiqomah, jangan ditanya. Mencintai dan dicintai masyarakat Jawa Baray sudah diwujudkan melalui setiap dakwahnya.

Hanya satu yang patut disayangkan. Mengapa kesuksesan poligami tidak disebutkan sebagai kriteria pemimpin Jawa Barat. Padahal, dalam konteks penduduk yang 97% umat Islam tentu program poligami bisa menjadi unggulan Provinsi Jawa Barat.


Mudah-mudahan pada kesempatan lain Aa Gym tidak lupa menyebutkannya. Bahwa Jawa Barat butuh pemimpin yang alim dan sukses berpoligami. Dengan dukungan terstruktur terhadap poligami tentu akan mengokohkan Jawa Barat sebagai provinsi yang paling padat penduduknya. Predikat ini tentu akan terjaga bila Abdullah Gymnastiar diusung partai dan dipercaya warga Jawa Barat.


Selasa, 13 Juni 2017

Aa Gym Siap Maju di Pilgub Jabar, Mulai Galang Dukungan




jpnn.com, BANDUNG - Ulama kondang Kiai Haji Abdulla Gymnastiar sudah menyatakan diri siap bertarung di Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang secara bersamaan akan digelar serentak pada Rabu 28 Juni 2018 secara serentak untuk 171 pilkada.

Kiai yang beken dikenal Aa Gym itu mulai menggalang dukungan. Salah satunya dengan cara bergabung di nomor yang di sebar.

RMOL (Jawa Pos Group) melaporkan, Aa Gym menyodorkan nomor telepon dengan menundang para calon pemilih di Jawa Barat untuk mendukungnya.

"Selamat bergabung dengan kirimkan SMS ke nomor 082320786868, isi sms-nya dengan Jabar#nama#kota/kabupaten#kecamatan. Mudah-mudahan ini akan menjadi langkah awal yang penuh berkah, luruskan niat sempurnakan ikhtiar," kata Aa Gym dalam keterangan persnya yang diterima RMOL.

Berdasarkan survei Poltracking yang dilakukan pada 18-24 Mei 2017 lalu, saat responden diberi 25 nama tokoh yang potensial untuk maju sebagai cagub Jabar, sebanyak 92,04 persen mengaku mengenal Aa Gym.

Menyusul setelah Aa Gym, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dengan 86,05 persen, politisi Partai Demokrat Dede Yusuf 84,03 persen, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 79 persen.

Ada pula Desy Ratnasari dengan 78 persen, Rieke Diah Pitaloka 71,38 persen, Dedi Mulyadi dan 57,63 persen serta Primus Yustisio 55,38 persen.Sisanya, nama yang hanya dikenal oleh tidak lebih dari 35 persen responden.

"Aa Gym menjadi tokoh yang paling terkenal di Jawa Barat saat ini," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha.

Kepopuleran Aa Gym berbanding lurus dengan tingkat kesukaan atau akseptabilitas publik terhadapnya.

Sebanyak 75,63 persen responden mengaku menyukai Aa Gym. Setelah Aa Gym, ada Ridwan Kamil yang disukai 70,38 persen responden, Deddy Mizwar 68,00 persen, Dede Yusuf 67,38 persen, dan Desy Ratnasari 50,75 persen. (san/rmol)


Ruhut: DPR Yang Korupsi, Kok KPK Yang Disalahkan




[JAKARTA] Politikus sekaligus Pengacara Kondang Ruhut Sitompul, kembali berkicau di akun media sosialnya. Ruhut berkicau terkait lahirnya KPK pada tahun 2002 di era presiden Megawati Soekarnoputri. KPK dilahirkan untuk mencegah dan memberantsa korupsi.

Sepertinya Ruhut menyindir para koruptor yang ditangkap KPK dengan dalih korban politi. Manatan anggota DPR ini di akun twitternya menuliskan kata-kata KPK lahir tahun 202 di era Ibu Megawati Soekarno Putri Presiden RI untuk mencegah dan memberantas korupsi, eh koruptor berdalih korban politik.

“KPK lahir thn 2002 di era Ibu Megawati Soekarno Putri Presiden RI utk Mencegah & Memberantas Korupsi, eh KORUPTOR berdalih Korban POLITIK,” tulis Ruhut di akun twitternya, Kamis (8/6/2017).

Cuitan mantan petinggi Partai Demokrat tersebut direspon berbagai komentar oleh warganet. Berikut beberapa komentar dari warganet seperti yang terpantau Netralnews.com, Jumat (9/6/2017).

@Utomo_ps: bener bang mrk ingin hancurkan kpk karna mereka atau kroninya terlibat...mrk mmg jahat

@syalia270310: Politikus rakus itu sdh biasa bekoar begitu,giliran terindikasi Korupsi teriak jadi KORBAN POLITIK. Dan giliran terbukti MASUK BUI klakep..

@efraim1260: maju KPK untuk membetantas KORUPTOR, jangan segan-segan menindak oknum pejabat dan mantan pejabat,l.

@kalijodo2017: AR kalang kabut nih kasihan semoga jadi bijaksana jgn adalah njeplak, trus gila terima uang 600 jt,gajiku UMR brp th terkumpul.

@HermanSu20: biasa pemwrintah masih byk yg buta harta bukan demi negara yaaaa gitu laaa...ad yg benar pasti gak lama...gunakan ribuan cra hilangkan dia

@anggoro28362183: bukan masalah siapa yang bentuk atau korban politik bg tapi kapan hukum kita tajam terhadap pelaku korupsi.

@JMS_0816: Gak kebayang bagaimana jadinya negara ini kalau KPK padam...Pertahankan...!