Jumat, 02 Desember 2016

Bawaslu Dki: Program Rp 1 Miliar Per RW Agus-Sylvi Dinyatakan sebagai Politik Uang


JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyatakan, program Rp 1 miliar per RW yang dicanangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, sebagai politik uang. Oleh karena itu, program tersebut dianggap sebagai salah satu pelanggaran kampanye.


Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti menjelaskan, rencana program Rp 1 miliar per RW dikategorikan sebagai politik uang karena program tersebut tidak tercantum dalam visi dan misi yang dilaporkan Agus-Sylvi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.


"Apa yang disampaikan Pak Agus saat itu tidak tercatat dalam visi misi," kata Mimah di Hotel Grand Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).


Meski dinyatakan sebagai politik uang, Mimah menyatakan tidak ada unsur tindak pidana dalam program Rp 1 miliar per RW yang dijanjikan Agus-Sylvi. Oleh karena itu, pelanggaran tersebut dilaporkan ke KPU DKI sebagai pelanggaran administrasi.


"Kami (Bawaslu) duga ada dugaan pelanggaran administrasinya. Maka, dugaan itu kami teruskan pada KPUD. Sanksinya kami serahkan pada KPUD," kata Mimah.




Kamis, 01 Desember 2016

Ahok tak Ditahan karena Sudah Dicekal Dan Lanjutkan Kampanye.... [video]


Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung tak menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Kewenangan sepenuhnya berada di tangan Kejagung karena Bareskrim Polri resmi menyerahkan berkas dan Ahok sebagai tersangka, Kamis 1 Desember pagi.

"Memang terhadap tersangka Insinyur Basuki Tjahaja Purnama tidak dilakukan penahanan, karena penyidik sudah melakukan pencekalan," kata Kapuspenkum Kejagung M Rum di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).


Tak hanya karena pencekalan, Kejagung juga tunduk pada standar operasional prosedur yang berlaku. Menurut dia, Kejagung tak akan menahan tersangka apabila penyidik tak memutuskan memenjarakan tersangka.

"Kita juga tidak, pendapat tim peneliti menyatakan bahwa tidak dilakukan penahanan," jelasnya.

Apalagi, Ahok dinilai kooperatif dalam setiap pemeriksaan oleh penyidik. Kerja sama Ahok membuat aparat tak banyak membuang waktu.

Ahok telah disangkakan dua pasal, yakni Pasal 156 dan Pasal 156a. Ahok bakal segera diboyong ke meja hijau, untuk disidang.

Sebelumnya, Bareskrim melaksanakan pelimpahan tahap dua kepada Kejagung. Ahok sudah lebih dulu menyambangi Mabes Polri pagi tadi. Kemudian, Ahok menuju Kejagung didampingi tim kuasa hukum dan pihak Polri. Ahok tiba di Kejagung sekitar pukul 09.57 WIB













Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/ob370VXb-ahok-tak-ditahan-karena-sudah-dicekal

3 Prestasi Ahok yang Dipuji Anies-Sandiaga



Liputan6.com, Jakarta - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memuji tiga prestasi Pemprov DKI selama dipimpin Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Misalnya, tentang pembersihan kali, itu baik sekali dan akan kami teruskan. Kami ingin memberikan kredit kepada Pak Basuki yang sudah mendorong program tersebut," kata Anies usai berdialog dengan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta, Selasa 29 November 2016.

Kedua, transformasi dan transparansi birokrasi yang dilakukan Ahok untuk meningkatkan pelayanan publik. Ketiga, penanganan banjir dan kemacetan yang diatasi dengan pembangunan sodetan dan normalisasi kali.

Sebagai salah satu calon gubernur yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI pada 15 Februari 2017, Anies bertekad meneruskan dan menyempurnakan program-program yang dinilai baik oleh masyarakat di antaranya melalui program Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Pasukan oranye yang bertugas membersihkan kali dan sarana umum Ibu Kota juga akan dibekali keterampilan mengolah sampah, sehingga mereka dapat menambah penghasilan dengan berwirausaha.

Dikutip dari Antara, Anies akan memperkenalkan konsep kepemimpinan berbasis gerakan, di mana seluruh komponen masyarakat diajak terlibat dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program kerja.

"Pendekatannya yang akan kita ubah, selama ini kan semua dikerjakan pemerintah sedangkan besok kita ajak seluruh masyarakat terlibat," kata dia.


Lapangan Kerja

Sependapat dengan Anies, Sandi mengaku tidak khawatir kepopulerannya akan berkurang jika memuji kinerja Ahok selama dua tahun terakhir. Namun, Sandi juga menyoroti masalah yang menjadi keluhan utama masyarakat yakni kurangnya lapangan kerja.

"Yang paling buruk adalah persoalan lapangan kerja. Pembangunan memang ada di depan mata tetapi tidak berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja," ujar Sandi.

Di tengah sulitnya mata pencaharian bagi warga Ibu Kota, Sandi mengapresiasi kehadiran UMKM seperti Gojek, situs belanja online seperti bukalapak.com, dan warung makan yang menghidupkan ekonomi masyarakat.

"Kami baru saja makan di Warung Abang Adek di Tomang, 15 karyawannya mengeluhkan dipersulit oleh kelurahan berkaitan dengan izin dan parkir. Nah yang seperti itu perlu kita kasih solusi, bagaimana caranya agar usahanya tetap berjalan tanpa menimbulkan kemacetan atau mengganggu ketertiban warga," tutur Sandi.

Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan yang tepat, Sandi yakin UMKM dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang penting di DKI juga untuk menyerap tenaga kerja.


Pasangan cagub dan cawagub nomor urut 3 itu mengedepankan program pengentasan kemiskinan dengan menyediakan 200 ribu lapangan usaha bagi wirausaha baru dan mengaktifkan 44 pos pengembangan kewirausahaan warga.


Pilkada DKI 2017 akan diikuti tiga pasangan cagub, yaitu nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, nomor urut 3 Anis Baswedan-Sandiaga Uno.



"Saat Bapak Ahok Jadi Tersangka, Kami Sekeluarga Menangis..."


JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga dari Srengseng Sawah, Jagakarsa, bernama Siti Umiyah, datang seorang diri ke Rumah Lembang untuk bisa bertemu calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Siti menyampaikan dukungannya kepada Basuki atau Ahok.


"Saya muslim sejak kecil, tapi saya sangat sayang dengan Pak Ahok. Keluarga saya mendukung Pak Ahok," ujar Siti di Rumah Lembang, Menteng, Rabu (30/11/2016).


"Saat Bapak menjadi tersangka, kami sekeluarga menangis. Kami tidak ingin Pak Ahok ditahan, kami ingin Pak Ahok jadi gubernur kami," ucap Siti sambil terisak pelan.


Siti mengatakan, sebenarnya tujuannya datang ke Rumah Lembang sekaligus untuk membuktikan kepada teman-teman pengajiannya.


Siti mengatakan teman-temannya sempat meragukan bahwa orang biasa bisa berjumpa Ahok dengan mudah. Mereka meminta Siti untuk menunjukkan bukti berupa foto bersama Ahok.


Jika berhasil, mereka bersedia ikut Siti datang ke Rumah Lembang.


"Saya berusaha naik Uber dari pagi untuk ketemu Pak Ahok, kena macet, cucu saya sakit saya tinggal," ujar Siti.


Siti pun mendoakan Ahok agar selalu dilindungi Tuhan. Sebab, dia percaya Ahok merupakan orang bersih.


Ahok mengamini doa itu. Kemudian, Ahok menuruti permintaan Siti untuk berfoto bersama sebagai bukti untuk teman-temannya. Ahok bahkan merangkul Siti dalam foto itu.



Pergantian Ketua DPR, Momen Berhentikan Fahri Hamzah




Terlepas dari persoalan Ade Komarudin (AK) yang diberhentikan MKD dari ketua DPR karena melakukan tindakan : 

“Memindahkan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat penyertaan modal negara (PMN) menjadi mitra kerja Komisi XI. 

Sebelumnya, sejumlah BUMN yang memperoleh PMN tersebut merupakan mitra kerja Komisi VI. 

Kedua, Ade divonis melakukan pelanggaran ringan dalam tuduhan memperlambat proses pembahasan Rancangan Undang-Undang Pertembakauan.” (sumber) 

Hal penting yang sangat pantas dicopot adalah tidak mampu menjalankan tugas yang hanya stagnan dan kurang tegas bersikap terhadap anggota DPR itu sendiri terutama kepada pimpinan DPR yang bermasalah. 

Contoh yang terlihat adalah masih bertahannya seorang Fahri Hamzah yang notabennya tidak memiliki partai karena dipecat partainya sendiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

PKS secara tegas memecat dan melarang semua kegiatan Fahri Hamzah yang mengatas namakan partainya, bahkan atribut-atribut partai yang menempel dibagian tubuh manapun termasuk celana dalam “Made in PKS” wajib hukumnya di lucuti. 

Namun, kenapa sampai hari pergantian ketua DPR, Fahri Hamzah masih bertahan ? 

Inilah kelemahan AK tidak mampu mengeksekusi Fahri Hamzah keluar dari gedung DPR yang sudah jelas tidak memiliki partai pasca dipecat. 

Apakah karena ada proses praperadilan oleh Fahri Hamzah kemudian dijadikan alasan belum bisa ditendang keluar dari gedung DPR ? 

Jika dijadikan alasan tentu sangat naïf sekali, berarti DPR terutama ketua DPR tidak menghormati keputusan PKS yang punya hak otoritas tanpa boleh ikut campur dari pihak manapun. 

Bukankah PKS sudah mengajukan pengganti Fahri Hamzah, seorang kader perempuan, satu-satunya kader PKS yang ada di DPR atas nama Ledia Hanifa yang sudah sesuai mekanisme sehingga tidak ada alasan AK selaku ketua DPR menunda pergantian tersebut hingga akhirnya, dia sendiri yang diganti. 

DPR punya hak menonaktifkan Fahri Hamzah karena sudah tidak memiliki partai alias anggota/wakil ketua DPR Independen sambil menunggu keputusan peradilan hukum yang sedang diajukannya. 

Ketegasan AK kembali diuji dengan kehadiran Fahri Hamzah dan Fadli Zon di aksi demo 411 lalu. Sebagai pimpinan DPR dengan sesuka hati ikut terlibat langsung dalam aksi “Tersangkakan Ahok dugaan penistaan agama”. 

Bukan kesejukkan yang ditunjukkan mereka, justru ikut terlibat melakukan provokasi hingga mengarah penghasutan dan mengajak menurunkan Presiden yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan kasus Ahok, namun sengaja dikait-kaitkan dengan Presiden. 






Tidak cukup dengan ucapan yang menjurus ke arah merusak stabilitas nasional dan mengganggu NKRI, mereka juga melakukan aksi mengizinkan para demonstrasi menginap di gedung DPR. 

Dimana posisi ketua DPR saudara AK waktu itu ? Tidak mampu mengatasi dua“Saudara Kembar”yang selalu membuat ulah. 

Dari poin-poin diatas cukup memberi pesan bahwa AK layak diganti dengan nama lain yang bisa mengatasi anggota DPR yang tidak memberi dampak positif. 

Siapapun yang menggantikan AK sebagai ketua DPR baru, maka momen yang paling tepat adalah harus tegas melakukan tindakan MENDEPAK Fahri Hamzah dan Fadli Zon dari wakil ketua, terutama Fahri Hamzah yang secara legitimasi tidak sah dan merusak tatanan demokrasi partai. 

Begitu mudah AK diganti, bukankah akan lebih mudah lagi mengganti anggota DPR “Fahri Hamzah” yang sudah tidak memiliki partai politik? 

Sudah sepantasnya Fahri Hamzah kembali ke jalanan menjadi ketua parlemen jalanan. 



sumber: seword.com 

Jika ketua DPR yang baru tidak berani melakukannya, maka tidak ada bedanya dengan AK. Kita hanya bisa melihat DPR sambil gigit jari dan geleng kepala. 

Jangan Samakan Pendekar 212 Wiro Sableng dengan Demo 212-Nya Orang-Orang “Sableng”





Mungkin banyak yang belum tahu kalau saya adalah salah satu penggemar berat Pendekar 212 Wiro Sableng.Saya sudah mulai suka sama cerita silat karangan Alm. Bastian Tito, bapak dari aktor kenamaan Indonesia Vino G Bastian ini sejak SD. Tepatnya kelas 4 SD. Sekitar tahun 2001.

Dan setelah bertahun-tahun berlalu, saya masih tetap suka sama serial cerita silat yang satu ini. Bahkan saya telah membaca ebook yang tersimpan rapi dalam HP saya ini ratusan kali. Pokoknya setiap ada waktu sengang, apalagi kalau di temani sama secangkir kopi dan sebungkus kuaci bunga matahari. SEMPURNA!!!

Untuk kronologi singkat dari pertama kali saya mengenal Wiro Sableng sampai tetap menyukainya hingga sekarang akan saya jabarkan dibawah ini.
Waktu kelas 4 SD (sekitar tahun 2001) secara tak sengaja saya menemukan buku Wiro Sableng yang judulnya Telaga Emas Berdarah. Saya penasaran sama gambar yang ada disampulnya. Berawal dari penasaran itulah saya melahap cerita dalam buku ini sampai habis. Setelah selesai membaca, kesan pertama yang saya rasakan adalah cerita ini keren. Tapi waktu itu saya tidak tahu kalau Wiro Sableng ini punya episode-episode yang lain.
Waktu kelas 2 SMP (sekitar tahun 2005) saya kembali menemukan buku Wiro Sableng yang judulnya Azab Sang Murid. Dari sinilah saya mulai tahu kalau Wiro Sableng ini cerita berseri. Tapi karena saya tinggal dikampung, jadi sulit sekali saya menemukan buku-buku yang lain. Apalagi teman-teman saya rata-rata tidak menyukai cerita silat ini.
Waktu kelas 1 SMA (sekitar tahun 2007 awal) saya ketemu lagi dengan buku Wiro Sableng yang judulnya Tiga Makam Setan. Jadi dari SD sampai SMA saya hanya membaca tiga judul buku Wiro Sableng. Bisa disimpulkan saya hanya membaca 1 buku dalam waktu lebih kurang 3 tahun. Itupun tidak berurutan. Hal inilah yang sempat membuat saya bingung sama jalan cerita nya. Waktu SMA saya sudah mulai mengenal internet tapi tidak terfikir untuk mencari buku Wiro Sableng dalam bentuk ebook
Setelah tamat D-III (sekitar tahun 2012) iseng-iseng saya mencari buku Wiro Sableng dalam bentuk ebook di internet. Saya fikir hasilnya bakalan nihil. Tapi ternyata banyak sekali yang menyediakan link download gratisnya. Tapi saya ingat sekali waktu itu saya mendownload ebook lengkapnya (dari mulai episode Empat Berewok dari Goa Sangreng s/d Jabang Bayi dalam Guci) di rajaebookgratis.com dalam format .prc (sekarang web ini sudah tidak bisa di akses lagi). Semua ebook ini tersimpan rapi dalam HP saya dengan folder Wiro Sableng. Jadi kalau ada waktu luang, saya gunakan untuk membaca semua ebook tersebut sedikit demi sedikit. Sekedar info, saya membuka ebook tersebut menggunakan bantuan aplikasi Cool Reader.

Bertahun-tahun bahkan beratus-ratus kali saya mengulang-ulang membaca cerita Wiro Sableng ini sehingga saya bisa hafal siapa-siapa saja tokoh yang terlibat dalam setiap episode nya, pukulan apa saja yang paling sering Wiro gunakan dan siapa saja cewek yang menyukai sang pendekar. Jadi kalau kalian termasuk penyuka Wiro Sableng, saya bisa dijadikan teman sebagai tempat bertukar cerita.

Oh iya, dulu juga sempat ada cerita Wiro Sableng di televisi. Tapi saya lebih suka sama buku nya dari pada film nya. Menurut saya ada beberapa hal yang ada di buku tapi tidak bisa diterjemahkan dengan baik ke dalam film, terutama yang menyangkut waktu dan jarak. Dalam buku ada istilah seperminuman teh untuk mengukur waktu dan tombak untuk mengukur jarak, jadi kalau diterjemahkan ke dalam film kayak ada yang kurang karena kita tidak tahu pasti seperminuman teh itu berapa menit dan satu tombak itu berapa meter.

***

Beberapa waktu belakangan ini, di sosial media dan portal berita saya sering menemukan angka 212. Sebagai penggemar Wiro Sableng, saya hanya tahu kalau 212 adalah angka pengenal untuk sang pendekar. Setelah saya cari tahu, rupa nya angka 212 yang sering berseliweran akhir-akhir ini merujuk pada demo lanjutan yang akan dilaksanakan besok, 2 Desember 2016. Bahkan, saya sering melihat status-status di Facebook yang menghubungkan angka 212 Wiro Sableng dengan angka 212 yang ada pada demo lanjutan tersebut. Kawan, saya sebagai penggemar pendekar 212 hanya ingin mengatakan kalau dua hal tersebut memiliki makna yang sangat berbeda. Bahkan, tidak memiliki kaitan sama sekali.


212

Dalam cerita Wiro Sableng, angka 212 itu memiliki makna yang sangat mendalam. Bisa dikatakan seperti sebuah filosofi. Bahkan di dalam soundtrack film nya sudah di jelaskan lewat lirik berikut “Angka 212 memiliki makna didalam kehidupan. Dalam diri manusia terdapat dua unsur ingat duniawi dan tuhan. Segala yang ada didalam dunia ini terdiri atas dua bagian. Yang berlainan tapi merupakan pasangan. Semuanya tak dapat di pisahkan”

Makna angka 212 ini juga sudah dijelaskan panjang lebar oleh Sinto Gendeng, guru Wiro Sableng sebelum Wiro turun gunung. Untuk lebih jelasnya bisa di baca dalam buku pertama Wiro Sableng yang berjudul Empat Berewok dari Goa Sangreng.

Sekarang coba bandingkan antara angka 212 milik Wiro Sableng yang memiliki makna mendalam dengan angka 212 yang menjadi simbol untuk demo lanjutan besok hari yang kebetulan diadakan pada tanggal 2 bulan 12. Ada hubungan nya atau tidak? Kalau saya akan menjawab TIDAK. Satu-satu yang membuat mereka kelihatan sama hanyalah susunan angkanya saja. Sedangkan maknanya sangat jauh berbeda

SABLENG

Wiro Sableng aslinya bernama Wiro Saksono. Terlahir dari ibu bernama Suci Bantari dan ayahnya bernama Raden Ranaweleng. Sewaktu turun gunung setelah menamatkan pelajaran silatnya, oleh sang guru Wiro di beri nama WIRO SABLENG. Dengan alasan nama tersebut lebih baik bagi Wiro. Gurunya GENDENG, muridnya SABLENG.

Tapi menurut saya pribadi, pemberian nama SABLENG itu bukan hanya sekedar nama kosong belaka tapi lebih dari itu merupakan sebuah “topeng” untuk tetap berlaku rendah hati dan tidak sombong.

Iya, karakter Wiro Sableng yang paling mudah kita ingat adalah kesukaan menggaruk-garuk rambutnya yang gondrong dan tertawa haha hihi seperti orang sinting. Padahal dia adalah pendekar muda yang sakti mandraguna. Dia sengaja menyembunyikan kehebatan nya tersebut disebalik tingkat lakunya yang konyol.

Berpura-pura “sableng” untuk menyembunyikan kewarasan dan kehebatannya lebih baik dari pura-pura “waras” untuk menyembunyikan kegilaan dan keserakahannya.

Masih ingat demo 411 kemaren?

Demo yang katanya memiliki tujuan meminta keadilan hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok tapi dalam beberapa orasi pentolannya lebih mengarah kepada niat “melengserkan” Jokowi. Inikan sudah jauh melenceng dari tujuan awal. Memanfaatkan orang-orang yang “tulus” hanya untuk mencapai tujuan yang mereka sembunyikan dari awal adalah ciri-ciri orang “sableng”. Orang yang gila akan kepuasan pribadi masing-masing.

Sekarang Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi masih saja kelihatan “ketidakpuasan” mereka. Karena pada dasarnya tujuan mereka bukan itu. Kalau orang-orang ini nanti hadir kembali di demo 212 berarti benar apa yang saya bilang di judul tulisan ini. 212 adalah demonya orang-orang “sableng”. Orang yang sebenarnya “sableng” tapi ikut bergabung bahkan menunggangi orang-orang orang waras agar dia juga bisa dianggap waras.

Bung, zaman memang edan tapi kita tidak perlu ikut-ikutan edan agar dianggap waras sama orang. Cukup minum secangkir kopi yang pas takaran manis dan pahitnya. Itu sudah cukup membuatmu tetap waras di zaman yang serba edan ini.

Terakhir, saya akan tegaskan kembali bahwa 212 nya Wiro Sableng tidak ada hubungannya sama sekali dengan demo 212 nya orang-orang “sableng”. Yang satu simbol dari pendekar sejati yang berkarakter “sableng” tapi berhati polos sedangkan yang satu nya lagi … (titik-titiknya isi sendiri ya)



Catat! Ini Larangan Sepanjang Aksi Super Damai 2 Desember





Jakarta - Aksi 2 Desember 2016 yang digelar di Monas akan dilakukan dengan super damai dan bernilai ibadah. Para peserta diimbau menaati peraturan yang berlaku.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Polri, dan MUI telah sepakat aksi itu diselenggarakan di depan Tugu Monas sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta elemen masyarakat ataupun buruh menunda rencana demonstrasi pada 2 Desember. "Fokusnya adalah di Monas. Kemudian juga disampaikan oleh kesepakatan kita, kegiatan aksi-aksi lain di luar aksi mengenai Bela Islam III ini, kita harapkan aksi-aksi di luar itu sebaiknya ditunda dulu, ditunda hari lain," kata Kapolri.

Para peserta aksi akan menggelar sajadah dan salat Jumat bersama. Aksi ini diisi tausiah yang menyejukkan dari ulama-ulama. Seluruh peserta dilarang membawa senjata tajam dan bambu runcing.


Berikut 3 larangan itu:


Foto: Grandyos Zafna

Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta elemen masyarakat ataupun buruh menunda rencana demonstrasi pada 2 Desember. Kapolri khawatir demonstrasi bisa mengganggu jalannya aksi Bela Islam III pada 2 Desember di Monas.

"Fokusnya adalah di Monas, kemudian juga disampaikan oleh kesepakatan kita, kegiatan aksi-aksi lain di luar aksi mengenai Bela Islam III ini kita harapkan aksi-aksi di luar itu sebaiknya ditunda dulu, ditunda hari lain," kata Tito dalam jumpa pers bersama di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Tito menuturkan aksi Bela Islam III yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI diisi dengan kegiatan ibadah. Karena itu untuk menjaga kekhusyukan, Tito berharap agenda unjuk rasa tidak dilakukan pada hari yang sama pada 2 Desember.

"Jangan sampai mengganggu kesucian acara ini, karena ini memang ibadah, termasuk ada rencana kegiatan aksi buruh misalnya. Jangan sampai di sini sedang berzikir di satunya teriak-teriak enggak akan cocok itu, akan mengganggu kesucian, sekali lagi kesucian ibadahnya," imbuhnya.


Foto: Grandyos Zafna

Ketua Pembina GNPF-MUI KH Muhammad Rizieq Shihab menegaskan bahwa aksi Bela Islam Jilid III yang akan digelar di Monas, 2 Desember, adalah aksi super damai.

"Jadi damai di sini yang kami maksudkan adalah mekanisme penyampaian unjuk rasa, yaitu harus terhormat, bermartabat, bernilai ibadah, sehingga menjadi satu aksi yang yang super damai," tegas Rizieq di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Untuk itu, seluruh warga yang akan ikut aksi dilarang membawa senjata tajam. "Kepada seluruh umat, jangan membawa senjata tajam, bambu runcing, dan lain-lainnya. Indonesia bukan negara perang, Indonesia negara aman," kata Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir dalam jumpa pers di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).

Nasir meminta kepada jemaah untuk membawa dan menyiapkan sajadah, air mineral, ataupun makanan seperti kurma. Sebab, aksi 2 Desember akan diisi berbagai kegiatan keagamaan, seperti tausiyah, doa, zikir bersama, dan salat Jumat.

"Yang tidak bisa berangkat ke Jakarta, zikir bersama-sama di masjid masing-masing," ujarnya.

Catat! Ini Larangan Sepanjang Aksi Super Damai 2 Desember
Hestiana Dharmastuti - detikNews

Foto: Grandyos Zafna

Aksi tersebut akan diisi kegiatan zikir dan tausiah dari pukul 08.00 WIB sampai selesai salat Jumat.

"Kami akan berzikir dan berdoa. Kami harap umat mendengarkan tausiah yang akan disampaikan para ulama," imbuh Rizieq.

Rizieq juga mengatakan aksi tersebut tidak diisi orasi, bak unjuk rasa maupun longmarch.

"GNPF MUI dan Polri sepakat Aksi Bela Islam III tetap akan digelar pada 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa super damai berupa aksi ibadah gelar sajadah untuk salat Jumat," kata Rizieq di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).



(aan/bag)